detikcom
Selasa, 04/09/2012 07:53 WIB

Penyerangan Teroris ke Polisi Ada Indikasi Percepatan RUU Kamnas

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Serangan teroris terhadap polisi yang terjadi di Solo beberapa waktu lalu berindikasi percepatan RUU Keamanan Nasional (Kamnas). Hal ini dilihat dari aksi para pelaku yang jauh berbeda dengan pola penyerangan teroris pada umumnya.

"Tipikalnya berbeda, jadi ada sekelompok orang yang kurang menyukai polisi apa lagi ada RUU Kamnas di DPR. Jadi ada kemungkinan soal RUU Kamnas menjadi urgent," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, pada detikcom, Selasa (4/9/2012).

Neta berpendapat tidak ada jaringan teroris baru walau beragam potensi tindakan radikal tetap ada. Menurutnya, penyerangan di Solo cukup aneh karena pelaku berani menyerang dalam jarak dekat.

"Kita tidak melihat adanya jaringan teroris baru, tapi memang potensi radikal itu ada. Kalau yang di Solo itu ada dua hal yang berbeda, pertama terakumulasinya kebencian masyarakat terhadap polisi, kedua, orang-orang yang melakukan teror terhadap polisi. Polisi ditembak jarak dekat, perilaku seperti itu tidak ada dari teroris selama ini," ujar Neta.

Identitas dan latar belakang pelaku penyerangan di Solo terhadap polisi pun dipertanyakan karena tidak sesuai pola penyerangan teroris. "Teroris melakukannya dari jarak jauh, meskipun jarak dekat itu bom bunuh diri. Nah, pertanyaannya siapa yang berani mendekat menyerang polisi? Ya orang-orang yang dekat dengan polisi, karena teroris biasanya jarak jauh menggunakan alat pengendali atau handphone," ucap Neta.

Pada berita sebelumnya, pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku penyerangan sejumlah pos pengaman lebaran milik kepolisian pada Jumat (31/8) lalu. Jaringan teroris Farhan dan Muchsin tewas di Solo saat penggerebekan Densus 88 saat itu. Jaringan tersebut diduga jaringan Mujahidin di Jakarta yang awalnya berniat beroperasi di Jakarta, tapi karena pengamanan ketat urung dilakukan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(vid/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%