detikcom
Senin, 03/09/2012 06:30 WIB

Bhatoegana: Anggota DPR 3 Kali Bolos Rapat Paripurna Harus Dipecat !

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bhatoegana mendorong agar aturan kedisiplinan di DPR dipertegas. Dia mendorong agar anggota DPR yang membolos rapat paripurna sebanyak 3 kali berturut-turut harus dipecat.

"Ada baiknya kalau FPD mempelopori membuat aturan yang lebih jelas lagi jadi kalau 3 kali tidak ikut rapat paripurna langsung PAW (Pergantian Antar Waktu/ pecat) saja," tegas Sutan kepada detikcom, Senin (3/9/2012).

Sutan mengaku kecewa dengan rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR. Sampai-sampai rapat paripurna peringatan HUT DPR ke-67 hanya dihadiri segelintir anggota DPR.

"Supaya ramai lah kehadirannya," tegas Sutan.

Usul Sutan ini sebenarnya bisa segera direalisasikan DPR. Karena sebentar lagi DPR akan membahas revisi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU Parlemen). Dalam UU Parlemen yang lama, anggota DPR baru akan dipecat jika 6 kali berturut-turut tidak menghadiri rapat-rapat di DPR.

"Bisa saja, semua tergantung kemauan politik teman-teman di DPR," tandasnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/riz)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%