detikcom
Sabtu, 01/09/2012 18:45 WIB

13 Nelayan Sumut Dipulangkan dari Malaysia

Khairul Ikhwan - detikNews
Nelayan asal Sumut (Khairul/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 13 nelayan asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) yang ditangkap Malaysia, akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Mereka tiba di Bandara Polonia, Medan, Sabtu (1/9/2012) siang.

Para nelayan tersebut adalah Ahmad Khoiri (33), Ibrahim bin Idris (26), Azwar (16), Syaiful Azhar (23), Irwansyah (17), Muhammad Yayu (16), dan Muslim (15). Kemudian Syamsul Bahri (30), Muhammad Syafii (26), Atan bin Suhud (30), Muhammad Komizar (21), Hendra (14), Ibrahim (16). Seluruhnya warga Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.

Para nelayan ini tiba di Bandara Polonia sekitar pukul 12.15 WIB menumpang pesawat Lion Air JT-971 dati Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, mereka dipulangkan dari Penang, Malaysia, melalui jalur laut ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, bergabung dengan rombongan TKI.

Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Barang Bukti dan Awak Kapal Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (KKP), Moch Nursalim mengatakan, para nelayan itu ditangkap Tentara Laut Diraja Malaysia pada 5 Agustus lalu atas tuduhan memasuki perairan Malaysia di kawasan Pulau Pangkor.

"Ada lima nelayan lagi yang masih menjalani proses hukum di Malaysia atas tuduhan yang sama. Jika tidak ada kendala, Oktober mendatang akan dipulangkan ke Tanah Air," sebut Nursalim di Bandara Polonia.

Nursalim mengakui kelemahan nelayan tradisional yang ditangkap ini, karena tidak memiliki alat navigasi memadai. Akibatnya tidak mengetahui telah memasuki perairan negara tetangga.

"Para nelayan tradisional tidak dilengkapi alat navigasi lengkap saat mencari ikan. Akibatnya, tidak mengetahui sudah masuk ke wilayah perairan negara tetangga," sebut Nursalim.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rul/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%