Detik.com News
Detik.com
Minggu, 26/08/2012 00:00 WIB

Napi yang Gantung Diri di LP Cipinang Tempat Curhat Napi Lainnya

Danu Mahardika - detikNews
Jakarta - Kristanto (38), narapidana yang tewas gantung diri di toilet Lapas Narkotika Cipinang ternyata biasa menjadi tempat curhat bagi teman-teman napi lainnya. Namun dia malah depresi sendiri.

"Dia itu termasuk dituakan oleh teman-temannya. bahkan dia juga suka jadi tempat curhat temannya. Jadi napi yang lainnya suka curhat masalah mereka ke Kristanto," jelas Kalapas Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea kepada detikcom, Sabtu (25/8/2012) malam.

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga yang datang ke lapas sekitar pukul 21.00 WIB tadi, Thurman menduga bahwa Kristanto gantung diri karena depresi masalah keluarga.

"Tadi datang tiga orang keluarganya sekitar pukul 21.00 WIB. Salah satunya adiknya, dia bilang memang Kristanto punya masalah dengan istrinya. Katanya istrinya mau menceraikannya. Mungkin karena masalah ini dan dia tidak punya tempat curhat karena temannya saja curhat ke dia, makanya dia gantung diri," lanjut Thurman.

Thurman juga menjelaskan bahwa sebenarnya ayah Kristanto sudah rutin menjenguk ke Lapas. Kunjungan terakhirnya adalah 2 hari yang lalu. Saat itu Kristanto masih terlihat normal dan gembira saat ayahnya berkunjung. Namun menurut Thurman, Istri Kristanto memang tidak pernah berkunjung sejak lama.

"Ayahnya sih sering berkunjung rutin. 2 hari yang lalu juga ia dikunjungi ayahnya. Waktu itu Kristanto kelihatan normal saja bahkan senang. Tapi kalau Istrinya memang tidak pernah datang berkunjung," jelas Thurman.

Seperti diberitakan, Kristanto ditemukan meninggal gantung diri di toilet menggunakan seutas tali dari kain selimut. Ia ditemukan petugas Lapas dengan keadaan tidak bernyawa lagi di toilet di Blok B Lapas narkotika Cipinang sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (25/8/2012).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%