Jumat, 24/08/2012 09:59 WIB
Laporan dari China
Kisah tentang Eks 'Orang-orang' Kuningan di Beijing
Atas undangan kantor berita Xinhua dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, 3 awak detikcom berkunjung ke Beijing pekan lalu. Jadwal 'mampir' ke Kementerian Luar Negeri sempat tertunda arena pejabat setempat mendadak ada acara. Pertemuan baru bisa digelar pukul 14.00 waktu setempat.
Seperti bangunan lain, Kantor Kemlu China tak bercat. Pendaran warna hanya diperoleh dari bahan bangunan atau ornamen tambahan berupa marmer atau keramik.
Empat pilar besar dengan tinggi lebih dari 5 meter terpancang kokoh di teras kantor tersebut. Di dalam lobi terlihat seorang tentara berdiri dengan pandangan lurus. Pemandu detikcom dari kantor berita Xinhua, Bu Peng alias Eric mengajak kami bertiga masuk.
Begitu melewati pintu masuk yang hanya berupa kaca hitam, mata sang tentara seolah menghujam tajam. Tapi setelah ada 'orang dalam' menyambut, tentara itu kembali ke posisi semula: berdiri tegak dengan dada membusung dan pandangan lurus.
Siang itu, di dalam kantor sepi. Hanya ada dua perempuan resepsionis berseragam merah. Mereka bersiap mencegat tapi batal setelah Sekretaris ke-3 Kemlu, Zang Liang, memberi tanda dan berbincang sebentar.
Oleh Zang, kami diajak masuk ke ruangan di belakang resepsionis. "Please, sit down," katanya sambil mengambil jarak dengan kami dan berbincang dengan Eric dalam posisi berdiri.
Beberapa saat kemudian, Zang menghampiri kami yang juga masih berdiri. "Apa kabar? Saya bisa Bahasa (Indonesia)," katanya sambil tersenyum.
Kalimat itu membuat kami bertiga sontak bahagia. Bahasa Indonesia Zang sangat clear. Struktur dan intonasinya terjaga. Karena wajahnya tidak terlalu 'Chinese', saat berbicara dengan Bahasa Indonesia, ia benar-benar seperti orang Indonesia.
"Saya baru kembali ke China. Ya belum lama ini, Juni lalu. Saya di embassy (Kedutaan Indonesia) tiga tahun," katanya.
Zang menyatakan, selama di Indonesia, ia tinggal di sekitar kantor kedutaan. "Ya di dekat situ. Di Kuningan. Tahu kan?" imbuhnya.
Ketika kami bertanya soal kesan selama tinggal di Indonesia, terutama di Jakarta, lelaki murah senyum itu tidak langsung menjawab. Matanya menerawang seolah tengah mencari jawaban yang tepat. Seperti hendak mengucapkan sesuatu tapi tertahan.
"Macet?" pancing kami.
"Hahaha," Zang tertawa terpingkal sambil mengangguk berkal-kali.
Cengkerama itu berakhir ketika Dirjen Departemen Asia Kemlu, Hong Liang dan Deputi Direktur Kemlu, Yu Jun, masuk ruangan. Setelah mengucapkan selamat datang, Hong menyampaikan beberapa hal tentang hubungan China dan Indonesia.
Hong menyatakan China dan Indonesia telah menjalin kerja sama dalam banyak aspek. Hal itu harus terus dilakukan, karena kedua negara mempunyai prinsip yang sama dalam menatap masa depannegara, kawasan, maupun dunia.
"Tanya saja, silakan pakai Bahasa Inggris atau Indonesia," kata Yu Jun usai paparan singkat Hong. Wah, ternyata Yu juga bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Dialog berlangsung sekitar 45 menit. Usai dialog, kami masih menyempatkan diri ngobrol dengan Zang dan Yu. "Saya belajar Bahasa Indonesia saat kuliah. Setelah lulus, saya bekerja di kementerian," kata Zang.
"Tidak banyak orang di sini yang bisa Bahasa. Hanya 10 orang, rata-rata pernah ditugaskan di sana (Indonesia)," imbuh Yu yang mengaku juga pernah tinggal di Kuningan sewaktu ditugaskan di Jakarta pada tahun 2001-an.
Tak ada waktu bersua dengan 8 eks 'orang' Kuningan lainnya sebagaimana disebutkan Yu. Perbincangan harus berakhir karena Zang dan Yu mendampingi atasan menemui tamu yang sudah menunggu giliran. Kami diantar hingga ke pintu keluar. Kedua eks 'orang' Kuningan itu melambaikan tangan sambil tersenyum lalu menghilang seiring tertutupnya pintu kaca hitam.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(try/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 06:54 WIB
Truk vs Truk di Tol Cibitung, Seorang Sopir Tewas
-
Sabtu, 25/05/2013 06:14 WIB
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
-
Sabtu, 25/05/2013 05:58 WIB
Ini 4 Momen PKS 'Hampir' Keluar dari Koalisi Setgab
-
Sabtu, 25/05/2013 05:16 WIB
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
-
Sabtu, 25/05/2013 04:53 WIB
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
-
Sabtu, 25/05/2013 06:02 WIB
Ini 4 Momen PKS 'Hampir' Keluar dari Koalisi Setgab
-
Sabtu, 25/05/2013 05:00 WIB
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
-
Sabtu, 25/05/2013 05:05 WIB
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
-
Sabtu, 25/05/2013 03:32 WIB
Selain Ingrid Loyau, Ini 2 'Malaikat' yang Menolong Tentara Inggris
-
Sabtu, 25/05/2013 06:36 WIB
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
-
Sabtu, 25/05/2013 06:54 WIB
Truk vs Truk di Tol Cibitung, Seorang Sopir Tewas
-
Sabtu, 25/05/2013 04:08 WIB
PD Mulai Bahas Rotasi Fraksi Awal Pekan Depan
-
Sabtu, 25/05/2013 01:11 WIB
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
-
549 Komentar
-
367 Komentar
-
250 Komentar
-
206 Komentar
-
205 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
124 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 20:55 WIB
Keluarga NN datangi Abdul, Ajukan Pernikahan Sebagai Jalan Damai
-
Jumat, 24/05/2013 20:39 WIB
Sebelum ke Korlantas, Sopir Sukotjo Foto-foto di Samping Uang Rp 2 M
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
