Kabel Sinyal Kereta Api di Gombong Dipotong Orang

Kabel Sinyal Kereta Api di Gombong Dipotong Orang

- detikNews
Rabu, 22 Agu 2012 16:33 WIB
Kebumen - Kabel sinyal kereta api yang berada di Stasiun Gombong, Kebumen, Jawa Tengah dirusak oleh orang pada Selasa (21/8) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. Perusakan kabel tersebut diketahui setelah terjadi gangguan pada peralatan sinyal (axle counter) KA di Gombong.

"Kabel pada alat axle counter di sinyal masuk Stasiun Gombong sebelah barat (arah Ijo) dipotong orang, sehingga menyebabkan gangguan pada peralatan sinyal KA di Gombong," kata Humas Daop V Purwokerto, Surono, dalam pesan elektroniknya kepada detikcom, Rabu (22/08/2012).

Menurut dia, axle counter adalah peralatan perhitungan dan pendeteksi jumlah kereta yang lewat. Alat ini untuk mendeteksi seluruh rangkaian KA benar-benar sudah lewat dengan lengkap, tidak ada yang putus atau KA nya masih berada di jalur bebas antara dua stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga bisa diketahui aman tidaknya jalur bebas antara dua stasiun untuk dilewati KA," jelasnya.

Dia mengungkapkan, pemotongan kabel tersebut diketahui setelah terjadi gangguan pada peralatan sinyal pada pukul 18.30 WIB. Indikator trek antara Stasiun Gombong-Ijo menyala merah sehingga sinyal tidak bisa menyala hijau (aman).

"Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas teknisi sinyal, ternyata terdapat kabel sepanjang 5 meter pada axle counter disinyal masuk Stasiun Gombong sebelah barat yang dipotong," ungkapnya.

Akibat kejadian ini, petugas sinyal segera melakukan perbaikan sehingga gangguan sinyal segera bisa diatasi dalam waktu singkat.

"Pemotongan kabel sinyal tersebut terindikasi sebagai perbuatan sabotase. Hal ini terlihat dari fakta di lokasi kabel yang dipotong masih ada di situ," tambahnya.

PT KAI segera melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk menindaklanjuti kasus ini. Pihak kepolisian Sektor Sempor dan Polres Kebumen segera menurunkan aparatnya untuk mengusut tuntas dugaan sabotase ini.

Kejadian pemotongan kabel sinyal KA di Gombong ini merupakan kali kedua dalam seminggu terakhir. Kejadian pertama terjadi pada (14/8) sekitar pukul 22.00 WIB di stasiun Tambak, Banyumas.

Perusakan kabel sinyal KA ini sangat membahayakan perjalanan KA, karena kereta api yang datang dan berangkat dari kedua stasiun tersebut tidak terdeteksi pada panel pelayanan operasi KA.

"Saat arus lebaran perjalanan KA yang melintas dalam 24 jam di antara stasiun Kroya-Kutoarjo mencapai 86 KA dengan frekuensi perjalanan KA sekitar 19 menit per KA," katanya.

Pemotongan kabel sinyal tersebut dapat dapat menyebabkan gangguan sinyal KA dan juga menghambat kelancaran perjalanan KA yang berimbas pada keterlambatan KA.

"Perusakan kabel sinyal itu tidak sampai berpengaruh banyak terhadap perjalanan KA, karena langsung ditangani dan diperbaiki. Jadi tidak sampai 1 jam perjanan KA sudah kembali normal," tutupnya.

(arb/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads