detikcom
Senin, 20/08/2012 10:39 WIB

Sebelum Tertabrak TransJ di Pesing, Pemotor Ngebut dari Arah Berlawanan

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Pemotor yang tewas tertabrak TransJ di fly over Pesing, Jakarta Barat, diketahui ngebut dan kehilangan keseimbangan. Motor Honda Beat warna putih itu kemudian menyenggol bemper depan dan berakhir di kolong TransJ.

"Pas di tengah atas belokan fly over Pesing arah HCB (Harmoni Central Busway), tiba-tiba dari arah berlawanan sepeda motor (Honda) Beat melaju tanpa kontrol dan menyenggol bemper depan sebelah kanan TransJ," kata staf Humas Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Sri Ulina Pinem, saat dihubungi detikcom, Senin (20/8/2012).

Akibat bersenggolan dengan bemper TransJ, motor itu oleng dan terpental ke busway. "Motor oleng ke kiri dan korban terpental ke kanan, tepatnya masuk kolong TransJ dan korban tewas seketika di tempat," tutur Sri.

Korban tewas bernama Hermanto (24) dan Ahmad Rizky (23), keduanya warga Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar. Jenazah kedua korban saat ini sudah dibawa ke RSCM. Sedangkan motor korban dan armada TransJ dibawa ke Dispenda.

Sementara untuk sopir TransJ, saat ini sudah ditahan. "Sopir ditahan di Polsek," terang Sri.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(trq/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%