detikcom
Sabtu, 18/08/2012 16:42 WIB

Seorang Warga Tewas, Situasi di Perbatasan Enrekang-Toraja Kondusif

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Ketegangan yang sempat muncul di perbatasan wilayah Enrekang dan Toraja berangsur kondusif. Sebelumnya warga sempat tegang akibat tewasnya Rusmin (20) seorang warga Desa Belajen, Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tewas akibat dikeroyok di kawasan kampung Salubarani, Tana Toraja.

Hingga sore, Sabtu (18/8/2012), satuan Brimob Polda Sulsel yang diterjunkan untuk mengamankan situasi berhasil mengendalikan keadaan. Jenazah Rusmin sendiri sudah dikebumikan di Pekuburan Kecok, Desa Belajen, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah Enrekang, seperti Wakil Bupati Enrekang Nur Hasan.

Pihak keluarga Rusmin mengaku ikhlas atas peristiwa yang menewaskan anggota keluarganya tersebut.

Jalur lintas dua kabupaten ini yang sempat tertutup Jumat (17/8) malam, sudah mulai dibuka kembali dengan penjagaan ketat dari petugas. Ketegangan berlangsung di perbatasan Enrekang-Toraja ini terjadi akibat informasi adanya kelompok warga dari Belajen yang hendak melakukan serangan balasan ke lokasi pengeroyokan Rusmin di Salubarani, Kec. Mengkendek, Toraja.

"Bus-bus dan kendaraan yang melintasi wilayah perbatasan Enrekang dan Toraja dikawal ketat oleh petugas dari Brimob dan Samapta, begitu juga wilayah perbatasan daerah yang jaraknya berdekatan ini," ujar Kapolres Enrekang, AKBP Ika Waskita yang dihubungi detikcom.

Ketegangan di wilayah perbatasan ini ditakutkan bisa memicu konflik SARA antar dua etnis jelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo terus memantau perkembangan situasi keamanan di Enrekang-Toraja melalui helikopter. Ia juga mengupayakan agar pejabat di dua daerah terus menjalin komunikasi untuk mencegah pecahnya bentrokan warga.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mna/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%