detikcom
Sabtu, 18/08/2012 15:51 WIB

Hari Ini, 8 Kereta Terlambat Berangkat dari Gambir

Dhurandara HKP - detikNews
Jakarta - Sejauh ini hingga pukul 13.20 WIB tercatat 8 kereta api di stasiun Gambir mengalami keterlambatan pemberangkatan menuju berbagai stasiun di luar kota. Keterlambatan paling parah mencapai 30 menit.

Menurut data yang berhasil dikumpulkan detikcom, pada H-1 lebaran atau Sabtu (18/8/2012) mayoritas keterlambatan adalah kereta yang menuju Cirebon.

Kereta Cirebon Ekspres (Cireks) menjadi kereta yang paling lama keterlambatan pemberangkatannya, yang mencapai 30 menit tujuan Tangerang. Kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB, baru berangkat pukul 11.30 WIB.

Sementara untuk kereta yang tiba di stasiun Gambir tercatat 14 dari 15 kereta mengalami keterlambatan sejak pukul 01.23 WIB hingga 14.51 WIB. Keterlambatan ini didominasi oleh kereta yang rata-rata berasal dari arah Jawa Timur.

Keterlambatan kedatangan yang paling parah adalah kereta Gajayana, yang menghubungkan stasiun Malang dengan stasiun Gambir, Jakarta. Kereta dijadwalkan tiba pukul 04.49 WIB namun baru datang pukul 06.39 WIB atau terlambat 190 menit.

(dhu/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel