Sabtu, 18/08/2012 14:13 WIB
Jalur Selatan Masih Dipenuhi Pemudik
ilustrasi macet/ antarafoto
"Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang masuk jalur selatan wilayah Kulonprogo mulai H-3 sampai H-1 mncapai 28-40 persen," kata Kasi Kelaikan Kendaraan Dishubkominfo Kulonprogo, Edwin R. Hutagalung kepada wartawan disela-sela pemantauan, Sabtu (18/8/2012).
Menurut dia, jumlah kendaraan bermotor yang melintas sebagian besar bernopol Jakarta, Bogor, Banten dan Bandung. Jumlah kendaraan yang masuk mencapai lebih dari 35 ribu per hari. Sedangkan pada H-7 baru mencapai 23 ribu kendaraan per hari. Sedangkan pada H-5 sampai H-3 mencapai 30-an ribu kendaraan per hari.
"Hari Jumat dan hari ini merupakan puncak. Malam hari didominasi oda empat. Sedangkan siang hari didominasi roda dua," katanya.
Menurut dia, sebagian besar pemudik masuk wilayah DIY terutama Kulonprogo dari dua jalur yakni jalur utama selatan jalur Purorejo/Bagelen-Yogya dan jalur jalan selatan-selatan/Daendels.
Pihaknya mengimbau kepada pemudik untuk beristirahat di pos-pos pelayan yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan wilayah timur Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kami mengimbau kepada semua pengguna jalan yang masuk Kulonprogo untuk berhati-hati karena merupakan titik lelah pemudik. Sebab ada beberapa titik rawan di daerah Temon, Wates dan Sentolo," katanya.
Dia menambahkan para pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan menuju wilayah timur seperti Klaten dan Solo sebagian besar melewati Sentolo menuju Yogya. Sedangkan yang hendak menuju Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan Jawa Timur sebagian besar melewati jalur Wates, Panjatan, Lendah, Jembatan Srandakan dan masuk Bantul.
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(bgs/mpr)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
1,226 share this. -
Protes Harga BBM, Mahasiswa Semarang Buka Posko dan Mogok Makan 4 Hari
1,008 share this. -
Mahasiswa Mercu Buana Demo BBM di Meruya, Lalin Macet
599 share this. -
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
592 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
568 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 20:48 WIB
Pak Jokowi, Penjaga Pintu Air Belum Terima Gaji 3 Bulan
-
Rabu, 19/06/2013 20:47 WIB
CT, Anis Baswedan dan Johan Budi Terima Penghargaan dari Rakyat Merdeka
-
Rabu, 19/06/2013 20:38 WIB
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Plat Merah di Yogyakarta
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Urai Macet, Pemprov Wajibkan Pedagang Pasar Tanah Abang Ber-KTP Jakarta
-
Rabu, 19/06/2013 19:54 WIB
Menko Kesra: Kabut Asap Singapura Bukan Hanya dari Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 18:42 WIB
Camry Wamen ESDM Masuk Jalur TransJ, Ini Kata Polda Metro
-
Rabu, 19/06/2013 19:54 WIB
Menko Kesra: Kabut Asap Singapura Bukan Hanya dari Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 18:51 WIB
Kata Busyro Soal Indikasi Nazar Jalankan Bisnis dari Penjara
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Urai Macet, Pemprov Wajibkan Pedagang Pasar Tanah Abang Ber-KTP Jakarta
-
Rabu, 19/06/2013 18:07 WIB
PKS: PDIP Kecolongan 'Pasal Lapindo' di APBN-P
-
Rabu, 19/06/2013 19:09 WIB
Jatuh ke Lumbung Gandum, 3 Pria Belanda Tewas
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 17:57 WIB
Kasus Luthfi Jadi Materi Ujian SMK, PKS Bogor Siap Lapor ke Polisi
-
435 Komentar
-
363 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
201 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 15:57 WIB
Blusukan Cek Masalah, Jokowi Berani Diadu dengan Para Kadis
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

