Sabtu, 18/08/2012 00:09 WIB

Laporan dari China

Inilah Masjid Paling Top di Beijing

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Foto: Dikhy Sasra/detikfoto
Beijing, - Masjid tertua di Beijing, China, ini tak tenggelam di tengah hiruk-pikuk kota. Ia tetap eksis hingga kini, baik sebagai tujuan wisata maupun aktivitas keagamaan.

Sesuai nama jalan, masjid ini diberi nama Niujie. Terletak sekitar 5 Km dari pusat Kota Beijing.

Masjid Niujie berada di kompleks seluas 10 ribu meter persegi. Di dalam kompleks terdapat aula atau ruang utama masjid, dua prasasti di kanan dan kiri, menara yang tingginya hanya 8 meter, tempat mengaji, ruangan dokumentasi, dan lain-lain.

Desain dan ornamen masjid ini merupakan perpaduan antara China dan Arab. Warna merah dan emas cukup mendominasi, atapnya melengkung dan di ujungnya terdapat miniatur naga dan singa. Di sela ukiran kayu terlihat tulisan Arab.

Yang berinisiasi membangun masjid ini adalah tokoh asal Arab bernama Nasaruddin. Ia mengawali pembangunan pada tahun 996 M. Para dinasti melengkapinya secara bertahap. Seperti Dinasti Lioa dan Ming yang membangun aula utama, dan dinasti lain melengkapi dengan ruangan atau prasasti lain.

Selain tertua, Niujie ini juga menjadi masjid terbesar di Beijing.

Tidak ada keramaian di masjid tersebut saat tim detikcom berkunjung, Jumat (17/8/2012) sekitar pukul 15.50 waktu China (sama dengan WITA). Hanya ada beberapa pengurus dan jamaah. Sebagian duduk-duduk, sisanya ber-itikaf.

Tapi kian sore, orang berdatangan. Kadang 1-2 orang, kadang datang berombongan. Hampir semua merupakan turis, baik lokal maupun internasional. Turis muslim diarahkan masuk ke masjid untuk berdoa bersama, sedangkan turis non muslim hanya diizinkan melihat dari luar.

Keramaian bertambah menjelang waktu berbuka (sekitar pukul 19.00). Beberapa pria dan perempuan tua berdatangan. "Jamaah kami memang sebagian besar orang tua," kata Direktur Komunitas Muslim Masjid Niujie, Wei Chunjie.

Setiap Ramadan, kata Wei, lebih banyak jamaah yang datang. Selain berbuka bersama, mereka salat tarawih. Kemudian menjelang Idul Fitri, para jamaah akan mengumpulkan zakat untuk didonasikan kepada orang miskin.

"Jamaah kita sekitar 100 orang. Kami bahagia menjadi muslim di sini. Pemerintah sangat terbuka," ungkapnya.

Untuk ukuran Beijing, aktivitas keagamaan di Masjid Niujie boleh dibilang luar biasa. Di tengah keriuhan kota, di sela bangunan megah nan modern, masih terdapat suara-suara seruan kepada Allah. Apalagi Ibukota China ini didominasi penganut Budha.

(try/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel