Sabtu, 11/08/2012 10:03 WIB

Balada Polisi Saat Mengamankan Lebaran, Uang Bensin Rp 3 Ribu Per Hari

Andi Saputra - detikNews
Anggota polisi wanita sedang bertugas (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Pekan depan, lebih dari 5 juta orang melakukan perpindahan secara besar-besaran dari satu daerah ke daerah lainnya secara bersamaan. Selain menimbulkan masalah transportasi, faktor keamanan juga menjadi permasalahan lain yang harus ditangani.

"Kami senang jika masyarakat selamat sampai tujuan meskipun mereka terkena macet atau harus lama-lama antri di jalan/pelabuhan," kata seorang Kapolres yang tidak mau disebut namanya kepada detikcom, Sabtu (11/8/2012).

Namun dibalik tugas mulia itu, ada cerita lain yang harus mereka pendam dalam-dalam. Selain tidak bisa berlebaran bersama keluarga, mereka juga harus legowo menerima uang operasional yang minim.

"Dalam pengamanan yang digelar 16 hari ini, per anggota diberi jatah dari negara untuk uang transportasi Rp 3 ribu per hari," kisahnya.

Selain itu, negara hanya menanggung uang makan bagi 400 anggota. Padahal setiap Polres, jumlah pengamanan bisa melebihi pagu anggaran tersebut. "Uang makan Rp 30 ribu per hari untuk 400 orang. Sementara di tempat saya idealnya 525 anggota untuk bisa mengamankan satu kabupaten selama operasi ketupat," bebernya.

Jumlah ideal ini dihitung dari bentangan jalan, jumlah area yang dicover dan titik rawan kejahatan yang harus dipantau. Seperti titik macet, terminal, stasiun, kawasan pabrik, pemukiman warga, tempat keramaian hingga tempat wisata.

Selain itu, negara memberikan uang vitamin supaya mereka tetap sehat bertugas. Nilainya hanya Rp 1.000 per anggota perhari. Mereka juga harus menyisihkan uang dari kantong pribadi untuk membeli senter lantas, rompi hijau dan masker.

"Sebagai Kapolres, saya harus pintar-pintar mencari uang tambahan. Jika mengandalkan uang dari negara, ya seperti itu keadaannya," kisah pria yang juga mantan Kapolsek di salah satu polsek di Jakarta ini.

Namun sang Kapolres harus hati-hati dan harus pandai berdalih jika BPK menyelidiki sumber dana tambahan operasional tersebut. Jika salah langkah, dia bisa dilaporkan ke provost dan berbuntut panjang. "Ya harus pandai-pandai menjawab, sebab kadang auditor negara tidak mau mentolerir kondisi lapangan," ceritanya.

(asp/nvc)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    74%
    Kontra
    26%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel