Selasa, 07/08/2012 11:07 WIB

Kebakaran di Benhil karena HP yang Meledak Saat Di-charge

Ray - detikNews
Jakarta - Kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Kalimati, Karet Tengsin, Benhil, Jakarta Pusat pada Senin (6/8) malam. Rupanya api berasal dari handphone yang tengah diisi ulang (di-charge) yang meledak. Percikan api dari kabel charger merambat ke kabel listrik. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Provinsi DKI Jakarta, Paimin Napitupulu.

"Iya benar. Itu disebakan oleh handphone yang dicharge. Mungkin karena kepanasan akibat korsleting lalu meledak. Kemudian ada percikan api dan menyambar listrik dan gas. Ditambah saat itu angin bertiup kencang, jadinya api menyebar dengan cepat," ujar Paimin saat dihubungi detikcom, Selasa (7/8/2012), saat dihubungi detikcom.

Paimin mengatakan pemilik handphone merupakan warga RT 01 RW 07 dan berjenis kelamin laki-laki. Saat ini pemilik handphone sudah diamankan di kantor polisi setempat demi keselamatan jiwanya.

"Pemilik handphone itu sudah dibawa ke kantor polisi. Diamankan untuk antisipasi aksi main hakim sendiri kalau ada warga yang tahu," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kalimati, Karet Tengsin, Benhil, Jakarta Pusat. Api mulai berkobar sejak pukul 19.35 WIB dan baru berhasil dipadamkan lima jam setelahnya. Sedikitnya 40 unit mobil Damkar dari Suku Dinas (Sudin) Damkar Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan serta Dinas Damkar dan PB DKI dikerahkan dalam kejadian ini. Petugas juga sempat mengalami kesulitan memadamkan api karena lokasi kebakaran yang sulit ditembus oleh kendaraan damkar.

"Petugas kami sulit memadamkan api, karena akses menuju lokasi kebakaran sangat sulit dicapai. Lokasinya berada di pemukiman padat penduduk. Akhirnya kami butuh waktu memadamkan api sekitar 5 jam lebih," ucapnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ray/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%