Senin, 06/08/2012 12:40 WIB

Perseids, Hujan Meteor Kedua di Ramadan Tahun Ini

Nurvita Indarini - detikNews
Hujan meteor Perseids (Reuters/Kieran Doherty)
Jakarta - Pertunjukan langit akan kembali memanjakan mata manusia di Bumi. Setelah hujan meteor Delta Aquarids di awal Ramadan tahun ini, giliran Perseids yang akan menampilkan pertunjukan di langit malam.

"Puncaknya sekitar 12 Agustus. Teramati pada arah rasi Persius pada dinihari (pukul 01.00 WIB) sampai subuh, arah timurlaut," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, kepada detikcom, Senin (6/8/2012).

Menurut dia, hujan meteor Perseid tergolong besar. Pada saat puncak, ada sekitar 90 meteor per jam yang dihasilkan.

Fenomena ini bisa disaksikan dengan menggunakan mata telanjang. Penggunaan teleskop tidak akan memuaskan sebab medan pandangnya sempit. Namun menurut Djamaluddin, ada cahaya bulan yang mengganggu.

"Sayang cahaya bulan di kanan bawahnya sangat mengganggu," imbuh alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.

Meteor Perseids bergerak amat cepat, mencapai 60 kilometer per jam pada saat memasuki atmosfer bumi. Hujan meteor ini berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Komet ini ditemukan ahli astronomi Lewis Swift dan Horace Tuttle pada tahun 1862. Inti komet berdiameter sekitar 9,7 kilometer.

Penampakan Swift-Tuttle terakhir kali pada 1992. Diperkirakan Swift-Tuttle akan kembali terlihat dari Bumi pada 2126. Konon, komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

Penampakan hujan meteor Perseids seperti bintang berpindah, hanya beberapa detik saja kemudian hilang. Meski terjadi setiap tahun, namun para pencinta astronomi tentu tidak akan melewatkan peristiwa ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%