detikcom
Minggu, 05/08/2012 12:08 WIB

Ketua Komisi III: Jangan Paksa Presiden Intervensi Kasus Simulator SIM

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Ketua Komisi III DPR dari PD, I Gede Pasek Suardika, meminta semua pihak tidak memaksa Presiden SBY untuk turun tangan dalam konflik Polri-KPK menyangkut penanganan kasus simulator SIM Korlantas Polri. Menurutnya kedua lembaga hanya perlu bersinergi menuntaskan kasus tersebut.

"Kasus simulator SIM kan sudah masuk ranah pro justisia sehingga semua pihak jangan memaksa-maksa dan mendorong-dorong agar presiden melakukan intervensi. Sebab penyidikan itu sifatnya independen dan bekerja berdasar KUHAP," kata Pasek kepada detikcom, Minggu (5/8/2012).

Menurut Pasek, Presiden sudah mengambil sikap sesuai kewenangannya. Sementara penuntasan konflik ada di tangan kedua penegak hukum yakni Polri dan KPK.

"Langkah Presiden meminta kedua lembaga penegak hukum untuk sinergi itu sudah bagus. KPK dan Polri harus mengintensifkan komunikasi di antara mereka demi kepentingan yang lebih luas.Jangan membangun ego kelembagaan seperti itu karena negara dirugikan akibat energi terbuang percuma padahal tantangan pemberantasan korupsi masih begitu besar dihadapi negara ini," katanya.

Pasek berharap Polri dan KPK bisa segera menyelesaikan kesalahpahaman ini. Kalau berlarut-larut tentu bisa menganggu citra penegakan hukum di Indonesia.

"Kalau ada miskomunikasi, salah paham, kurang padunya kinerja antar lembaga untuk saat ini masih bisa dimaklumi. Kasus seperti ini kan baru pertama kali sehingga wajar masih ada miskomunikasi. Namun jangan lama-lama," tandasnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/nvt)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%