Minggu, 05/08/2012 10:09 WIB
SBY Perlu Luruskan Permasalahan Polri-KPK
"Dalam kapasitasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, SBY pada akhirnya harus mengambil posisi yang jelas, dan juga sikap yang jelas tegas untuk menyelesaikan sengketa kewenangan antara Polri dan KPK dalam menangani proses hukum kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM kendaraan bermotor di Korlantas Mabes Polri. Menghadapi masalah ini, presiden idealnya tidak mengambil posisi di area abu-abu," kata anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, kepada detikcom, Minggu (5/8/2012).
Menurut Bambang, jika dibiarkan terus maka silang pendapat antara Polri dan KPK kian meruncing. Sebagian besar masyarakat tidak akan senang dengan suasana seperti sekarang, karena yang muncul adalah kesan bahwa keadaan kian carut-marut.
"Presiden tidak boleh membiarkan keadaan seperti ini berlarut-larut. Jika Polri dan KPK dibiarkan dalam sengketa kewenangan, presiden bisa dianggap menerapkan manajemen konflik. Sebagai presiden, sebagai kepala negara maupun sebagai kepala pemerintahan, SBY harus hadir di tengah suasana carut-marut itu, tampil menggunakan semua wewenang yang ada padanya untuk mengakhiri sengketa kewenangan itu," kata Bambang.
Jika SBY bisa bersikap tegas, kata Bambang, maka disharmoni atau sengketa kewenangan antara Polri dengan KPK bisa diselesaikan oleh presiden dalam hitungan jam.
"Selain itu, kalau presiden berketetapan institusi apa yang berwenang menangani kasus itu, ketetapan presiden itu bukanlah sebuah intervensi atas proses hukum," tandasnya.
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(van/nvt)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
590 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
567 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
531 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
497 share this. -
Polri akan Akomodir Polwan yang Ingin Berjilbab
352 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 18:46 WIB
Camry Wamen ESDM Masuk Jalur TransJ, Ini Kata Polda Metro
-
Rabu, 19/06/2013 18:46 WIB
PD: Tak Ada Deal Politik dengan Golkar Terkait 'Pasal Lapindo'
-
Rabu, 19/06/2013 18:28 WIB
Pangdam Wirabuana & Wadanjen Kopassus Diganti
-
Rabu, 19/06/2013 18:18 WIB
Kemenristek Kelola e-keadilan.com, Menristek: Agar Keadilan Tambah Benar
-
Rabu, 19/06/2013 18:12 WIB
Golkar Bantah Deal Politik dengan Demokrat Soal 'Pasal Lapindo'
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 17:57 WIB
Kasus Luthfi Jadi Materi Ujian SMK, PKS Bogor Siap Lapor ke Polisi
-
Rabu, 19/06/2013 18:07 WIB
PKS: PDIP Kecolongan 'Pasal Lapindo' di APBN-P
-
Rabu, 19/06/2013 17:24 WIB
Kasus Luthfi Hasan Ishaaq Muncul di Ujian SMK di Bogor, PKS Protes
-
Rabu, 19/06/2013 17:49 WIB
Antasari Pinjam Ponsel Nasruddin ke Kejati DKI
-
Rabu, 19/06/2013 17:51 WIB
Pemerintah Beri Penghargaan Wanita AS Berusia 101 Tahun Karena Promosikan RI
-
Rabu, 19/06/2013 16:55 WIB
Soal Asap, Warga Singapura Sebut Pemerintah Lembek terhadap Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 17:36 WIB
Jokowi Tak Pikirkan Kursi Ketum dan Capres PDIP
-
432 Komentar
-
362 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
210 Komentar
-
204 Komentar
-
200 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 15:30 WIB
Mobil Camry Wamen ESDM Terobos Masuk Jalur TransJ di Sudirman
-
Rabu, 19/06/2013 14:25 WIB
Polri akan Akomodir Polwan yang Ingin Berjilbab
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

