detikcom
Sabtu, 04/08/2012 16:04 WIB

Mengaku Fans Berat, Jokowi Sedih Rhoma Irama Sebar Isu SARA

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Sebagai fans berat Rhoma Irama, Jokowi mengaku sedih mendengar kabar idolanya itu menyebar isu SARA dalam perhelatan Pilgub DKI 2012. Meski demikian, Jokowi tak akan ikut berkomentar dan memilih menyerahkan urusan itu kepada Panwaslu.

"Saya sebagai penggemar berat sedih sebetulnya, tapi ya itu urusan Panwaslu," kata Jokowi kepada wartawan usai deklarasi dukungan buruh kepada dirinya di Gedung Joang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2012).

Jokowi mengaku tak terlalu ambil pusing dengan pernyataan raja dangdut itu. Dia juga mengaku tidak mengikuti perkembangan pemeriksaan oleh Panwaslu.

"Nggak ngerti saya, itu kan urusannya Panwaslu, saya nggak ngertilah," ujarnya.

Saat ditanya soal isu pencapresan dirinya yang sempat dihembuskan politisi senayan beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku tak pernah memikirkan hal tersebut. Dia memilih fokus menjalankan tugas sebagai gubernur DKI seandainya terpilih nanti.

"Ada-ada saja, saya ini hanya sekelas wali kota, menjadi Cagub DKI itu saja sudah tinggi sekali buat saya," tukasnya.

(trq/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel