detikcom
Jumat, 03/08/2012 13:29 WIB

Disebut Terlibat Kasus PON, Setya Novanto Siap Diperiksa KPK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Nama Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto disebut-sebut menerima uang pelicin Rp 9 miliar terkait kasus suap PON Riau. Setya Novanto siap menghadapi proses hukum di KPK.

"Kan tinggal dibuktikan saja. Kalau nggak siap, ngapain dia datang diperiksa KPK kemarin-kemarin," kata kuasa hukum Setya Novanto, Rudi Alfonso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Menurut Rudi, kliennya membantah menerima uang pelicin proyek PON Riau. Novanto telah mengklarifikasi dalam pemeriksaan KPK sebelumnya.

"Saya mendampingi klien saya waktu diperiksa KPK. Beliau tidak tahu menahu apa yang disebutkan oleh Lukman Abas, bahwa itu tidak benar dan sudah diklarifikasi. Status Pak Lukman adalah tersangka. Dia boleh bicara apa yang dia ingin bicarakan, saya kira itu tidak benar. Itu gosip dan faktanya tdk seperti itu," katanya.

Rudi selaku pengacara sedang menimbang perlu atau tidaknya menuntut balik Lukman Abbas karena kesaksian yang menyebut-nyebut nama Novanto.

"Itu yang lagi kita pikirkan. Kita lagi bulan puasa kita tidak ingin memperkeruh dulu. Beliau juga sedang proses hukum jadi kita ambil saja pahalanya," katanya.

Saat bersaksi di sidang terdakwa Eka Dharma di PN Pekanbaru pada Kamis 2 Agustus, Lukman mengungkapkan Komisi X DPR RI menerima uang Rp 9 miliar untuk meloloskan anggaran APBN untuk PON Riau senilai Rp 250 miliar.

"Uang itu diantara sopir saya ke DPR dan diterima oleh Kahya Muhzakir," kata Lukman Abbas.

Menurut Lukman, dana Rp 9 miliar untuk DPR RI itu dikumpulkan dari 4 BUMN yang menggarap proyek venue dan penunjang PON, yakni Adhi Karya, Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, dan Waskita Karya.

Setya Novanto juga telah membantah kesaksian Lukman. Ia menyebut kesaksian Lukman bohong belaka.


Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(van/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000