detikcom
Kamis, 02/08/2012 15:13 WIB

Napi Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Kedungpane Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Semarang - Napi bernama Iranto alias Ranto (32) asal Purwokerto kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Kedungpane Semarang. Saat ini, napi yang harusnya bebas Agustus mendatang itu masih diburu.

Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan (Kadiv Lapas) Kemenkum HAM Jateng, Widiatiningrum mengatakan Iranto sudah memasuki masa asimilasi dimana ia diperbolehkan bekerja diluar tembok. Selama masa asimilasi, Irianto dan tiga napi lainnya bekerja sebagai petugas kebersihan di halaman lapas.

"Sudah dua tahun sejak 29 Oktober 2010 bekerja di luar tembok sebagai petugas kebersihan dengan tiga napi lain di halaman lapas," kata Widianingrum saat dihubungi melalui telepon, Kamis (2/8/2012).

"Masa expirasi (tahanan murni) Irianto tanggal 30 Oktober 2019. Tapi jika dia mendapatkan remisi, bisa bebas 17 Agustus besok," imbuhnya.

Iranto diketahui kabur, Selasa (31/7/2012) lalu, saat apel malam untuk mengembalikan tahanan ke selnya masing-masing setelah bekerja di luar tembok. Saat itu petugas lapas mendapati hanya tiga napi saja yang masuk ke sel. Tidak diketahu kapan Iranto meninggalkan lapas.

"Waktu apel pagi dan sore masih ada. Tapi saat dikumpulkan malam harinya setelah menyiram tanaman ternyata sudah tidak ada," pungkas Kadiv Lapas.

Widiatiningrum mengaku pihaknya sudah membentuk tim untuk mengejar Iranto. "Hari ini sudah terbentuk tim pemeriksa dan mulai melaksanakan tugas juga hari ini," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Slamet R mengaku pihaknya belum menerima laporan dari Lapas Kedungpane terkait kaburnya napi tersebut. "Belum ada laporan. Pihak LP belum meminta bantuan," ungkapnya.

Iranto mendekam dipenjara dan dihukum 20 tahun penjara karena terjerat pasal 340 KUHP yaitu kasus pembunuhan berencana. Pidana 20 tahun tersebut merupakan perubahan pidana seumur hidup pada tahun 2008.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%