detikcom
Kamis, 02/08/2012 02:52 WIB

7 Tersangka Bullying SMA Don Bosco Harus Disanksi Keras

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Kepolisian menetapkan 7 orang siswa sebagai tersangka kasus bullying di SMA Don Bosco Pondok Indah. Wakil Ketua DPR Pramono Anung berharap para pelaku diberi sanksi keras.

"Yang pertama saya termasuk yang melihat hukuman kepada anak didik itu harus mendidik. Maka harus diberi peringatan keras agar kebiasaan seperti itu tidak terulang kembali," kata Pramono kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

Namun Pramono tidak setuju jika anak-anak tersebut kemudian ditahan polisi. Dia berharap pemberian sanksi harus mendidik dan memastikan ada efek jera.

"Maka yang pertama saya tidak setuju untuk ditahan sebab tidak menyelesaikan persoalan. Tidak perlu dikeluarkan juga, sebab kalau dikeluarkan tidak ada gunanya. Harus dilakukan dengan pendekatan melibatkan orang tua," katanya.

Kepolisian menetapkan 7 orang siswa sebagai tersangka kasus bullying di SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan. Hingga kini polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

"Kita sudah tetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus itu," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan kepada detikcom, Rabu (1/8/2012).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, 7 orang siswa tersebut tidak ditahan. "Tidak kita tahan," katanya.


Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(van/riz)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000