detikcom

Selasa, 31/07/2012 11:19 WIB

Mengenal Kendaraan Simulator Ujian SIM

Pandu Triyuda - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Polri punya cita-cita ideal: ujian SIM menggunakan teknologi canggih: simulator. Nantinya, bagi yang mengurus SIM C, maka tinggal menunggang kendaraan roda dua statis lalu menyurusi jalanan sembari menyaksikan layar monitor di depannya. Yang mengurus SIM A, juga tinggal masuk mobil simulator. Mirip main di game center di mal-mal!

Simulator itu telah muncul di depan publik pada November 2010, dalam pameran Indo Defence di Kemayoran, Jakarta. Seorang petugas Korps Lantas (Korlantas) Polri yang bertugas di pameran kala itu menyebut simulator itu akan dipakai untuk ujian praktik pembuatan SIM tahun 2011. Saat itu sudah tersedia 100 unit alat simulator yang disebar ke daerah percontohan dengan rincian 15 unit di Jakarta, 75 unit di Jawa Barat dan 10 unit di Banten.

Alat simulator ini dibuat oleh perusahaan lokal asal Bandung bernama PT Inovasi Teknologi Indonesia, mulai dari komponen maupun software-nya.

Simulator ini mengadopsi seluruh situasi yang sebenar-benarnya ada di jalan raya. Karena itulah banyak sensor yang ditempatkan di motor simulator seperti di shock, ban dan body. Pengendara tinggal menaiki motor simulator itu seperti halnya mengendarai motor. Setiap gerakan yang dilakukan pengendara akan berefek pula pada motor simulator itu. Jika pengendara melakukan kesalahan gerakan, motor di layar juga bisa jatuh.

Alat ini juga dilengkapi dengan panduan petunjuk bagi pemula untuk menaiki kedaraan dengan cara yang baik dan benar. Peserta ujian harus mengoperasikan alat-alat di motor seperti lampu, setang, rem, dan kopling untuk menjalankan simulator itu. Setelah ujian, nilai akan keluar, mirip skor di video game.

Alat ini diharapkan mempermudah masyarakat untuk melakukan uji kendaraan dan meningkatkan objektivitas ujian karena peserta ujian harus mengikuti tes yang standarnya sudah ditetapkan di program komputer. Selain itu, karena ujian dilakukan di ruang tertutup, maka tidak akan terkendala cuaca, seperti bila dilakukan di lapangan. Untuk bisa mengoperasikan simulator ini, petugas Korlantas mendapatkan training khusus sebagai operator.

Di Jakarta, alat simulator itu terlihat di tempat pengurusan SIM di Jl Daan Mogot. Namun saat detikcom bertandang ke sana bulan lalu, kebetulan tidak terlihat ada orang menggunakan peranti keren itu. Yang ada, sejumlah orang sedang ujian berkendara di lapangan terbuka. Sementara itu sejumlah daerah, alat-alat ini juga telah diperkenalkan kepada masyarakat. Karena ini alat gres, bisa jadi orang-orang yang menggunakannya agak grogi dan kagok beradaptasi, apalagi yang belum pernah menjajal mobil balap di game center.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrl/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%