Selasa, 31/07/2012 02:03 WIB
Laporan dari Sabah
Upah Sehari Seorang TKI di Sabah Setara Sepotong Celana Renang
"Ada dua pembayaran, harian dan borongan yang dibayar mingguan. Jika harian mereka dibayar RM 14 hingga RM 16," kata salah satu staff Konsulat Jenderal RI (KJRI), Hasan kepada detikcom di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (30/7/2012).
Dalam sehari, mereka akan mendapat upah lebih jika memenuhi target yang ditetapkan. Jika sedang kondisi fit dan bekerja maksimal, maka mereka mendapatkan RM 20. Para TKI ini bekerja sebagai di ladang sebagai penebang sawit dengan tombak, di pabrik, sopir truk hingga membersihkan rumput.
"Mereka akan mendapatkan tambahan jika istri mereka ikut bekerja seperti menabur pupuk sedangkan anak-anak mereka memungut sisa biji kelapa sawit," ujar Hasan.
Para TKI itu tinggal di sebuah perkampungan yang masuk ke dalam dari jalan raya. Mereka tinggal di rumah panggung dari papan berderet memanjang. Di tengah hutan itu juga terdapat pabrik, sekolah dan komplek mess mandor dan manajer yang berada langsung di bawah pemilik perusahaan. Warga yang tinggal dipisahkan pagar kawat dan warga yang derajatnya lebih rendah dilarang berkunjung ke komplek yang posisi kerjanya lebih tinggi, kecuali diminta secara khusus.
Untuk mencapai lokasi perkampungan ini, warga dapat menggunakan perjalanan darat dari Kota Kinabalu selama 5 jam hingga 9 jam menggunakan kendaraan pribadi. Semakin masuk ke dalam hutan sawit semakin lama dicapai dengan kondisi jalan yang hancur dan tanpa aspal.
"Kalau hujan, mobil tidak bisa lewat. Tunggu sampai besok saja," kisahnya.
Bagi Malaysia, upah sehari RM 20 itu setara dengan harga sepotong celana renang yang dijual di dermaga Sabah. Jika dirupiahkan, setara dengan Rp 60 ribu. Nilai tersebut juga setara dengan argo meter taksi untuk sekali jalan dari ujung ke ujung di kota Kinabalu. Adilkah?
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(asp/trq)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 10:29 WIB
Kasus IT Perpustakaan, KPK Panggil Dosen Fakultas Komputer UI
-
Kamis, 20/06/2013 10:24 WIB
Jubir SBY: Koalisi dengan PKS Selesai
-
Kamis, 20/06/2013 10:24 WIB
Kuda Tabrak Truk di Tol Slipi, 1 Orang Tewas dan 4 Luka
-
Kamis, 20/06/2013 10:06 WIB
Hari ke-249 Jokowi
Jokowi Juga Nyekar ke Makam MH Thamrin dan Ismail Marzuki di TPU Karet
-
Kamis, 20/06/2013 10:04 WIB
Hari ke-249 Jokowi
Jokowi Akui Perhatian Pemprov DKI Terhadap Seniman Betawi Masih Kurang
-
Kamis, 20/06/2013 09:45 WIB
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
Kamis, 20/06/2013 09:53 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 09:23 WIB
Hore! Ahok Resmikan Rusunawa Daan Mogot
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
-
Kamis, 20/06/2013 08:27 WIB
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
-
Kamis, 20/06/2013 08:18 WIB
Singapura Pakai Satelit, Cari Perusahaan yang Sebabkan Kebakaran Lahan
-
Kamis, 20/06/2013 09:10 WIB
Eks Kabin Hendropriyono Hadir di Sidang Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 10:02 WIB
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
-
431 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:10 WIB
Eks Kabin Hendropriyono Hadir di Sidang Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

