Minggu, 29/07/2012 00:49 WIB

Kapolri Jamin Transparansi Penyelidikan Bentrok Brimob-Warga di Sumsel

Robert - detikNews
Jakarta - Mabes Polri turun tangan menyelidiki tewasnya Angga bin Darmawan (12), korban tewas dalam bentrokan antara Brimob Polda Sumsel dengan warga di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir. Penyelidikan dijamin transparan.

"Tim dari markas besar (Mabes Polri) ke sana, tentunya secara prosedur itu dicek karena kan ada korban meninggal," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo, kepada wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (29/7/2012) malam.

Timur Pradopo menegaskan, tim yang diterjunkan ke lapangan akan mengedepankan akuntabilitas untuk menjunjung tinggi pertanggungjawaban hukum.

"Kita harus betul-betul akuntabilitas dengan pertanggungjawaban hukum itu kita lakukan sekarang," ujarnya.

Menurut Pradopo, hingga saat ini belum bisa menyebutkan pihak siapa saja yang akan menjalani pemeriksaan terkait insiden bentrokan tersebut.

"Belum. (Tim Mabes Polri) sekarang sedang di Palembang, di Polda Sumsel," terangnya.

Timur Pradopo membantah munculnya dugaan penggunaan peluru tajam oleh aparat Brimob Polda Sumsel dalam insiden bentrokan itu.

Seperti diketahui, bentrok antar warga dengan personel Brimob mengakibatkan Angga bin Darmawan (12) tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka. Bentrokan bermula ketika personel Brimob melakukan olah TKP terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III.

Versi polisi saat itu rombongan Brimob bersenjata lengkap tiba-tiba diserang warga saat melaksanakan patroli. Sementara Walhi Sumsel menyebut bentrokan terjadi ketika warga menghampiri polisi yang masuk ke desa mereka.

Namun karena aparat melihat banyaknya warga yang mendatangi, mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga.

(fjp/slm)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel