detikcom
Kamis, 26/07/2012 19:53 WIB

Ambrosius Ruwindrijarto, WNI Peraih Ramon Magsaysay Award 2012

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - Ambrosius Ruwindrijarto adalah salah satu dari 6 peraih Ramon Magsaysay Award Foundation (RMAF) 2012. Sosok Ambrosius Ruwindrijarto disebut sebagai figur yang berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan hutan di Indonesia.

"Saya dihubungi oleh Presiden Ramon Magsaysay Foundation. Dia bilang bahwa saya terpilih menerima Ramon Magsaysay Award untuk kategori Emergent Leadership. Tentu saja saya kaget dan sama sekali tidak menyangka," ujar pria yang akrab disapa Ruwi seperti dikutip dari www.telapak.org, Kamis (26/7/2012).

Pria yang merupakan pendiri LSM Telapak ini akan menerima Ramon Magsaysay Award pada 31 Agustus mendatang di PICC Plenary Hall, Manila, Filipina. Masing-masing peraih penghargaan akan mendapat sebuah sertifikat, sebuah medali, dan hadiah uang tunai, namun tidak disebut jumlahnya.

Selain Ambrosius, peraih penghargaan RMAF lainnya yakni Chen Shu-Chu dari Taiwan, Kulandei Francis dari India, Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh, Yeng Saing Koma dari Kamboja dan Romulo Davide dari Filipina.

"Award ini bukan karena puncak prestasi, tapi karena lembah lemah. Lembah lemah di diri, di Muara Tae, di organisasi-organisasi, di negeri. Tapi, hei, untungnya dan syukurnya, kalau sudah di lembah tidak ada arah lain selain keluar dari lembah, mendaki bukit kecil itu, mendaki gunung besar di belakangnya itu," sambung Ruwi.

RMAF menilai Ruwi sebagai sosok yang aktif memberikan advokasi bagi pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas di Indonesia. Dia juga dikenal karena memimpin kampanye untuk menghentikan eksploitasi hutan secara ilegal, serta menginisiasi usaha sosial yang melibatkan masyarakat pedalaman sebagai partner.

"Penerima penghargaan Magsaysay tahun 2012 ini merupakan enam sosok yang luar biasa, yang secara mendalam terlibat dalam solusi mengatasi kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat, baik melalui hutan atau lahan pertanian, atau dalam bidang industri atau pendidikan. Bekerja tanpa pamrih namun dengan semangat besar, mereka menunjukkan komitmen, kompetensi, dan kepemimpinan yang mampu mengubah hidup jutaan orang dan mendorong kemajuan masyarakat," ujar Presiden RMAF Carmencita Abella seperti dikutip dari situs Kementerian Informasi Filipina (PIA), Kamis (26/7/2012).

Selama ini, RMAF diberikan kepada siapa saja tanpa memandang ras, kebangsaan, kepercayaan, ataupun jenis kelamin, yang berperan aktif dalam isu-isu pembangunan kemanusiaan di Asia dengan kreativitas dan keberanian, dan berkontribusi besar dalam mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

Hingga saat ini sudah ada 21 orang Indonesia yang menerima penghargaan ini. Mereka antara lain GUs Dur (1993), HB Jassin (1987), Mochtar Lubis (1958), Teten Masduki (2005), Nafsiah Mboi (1986), Pramoedya Ananta Toer (1995), dan Ali Sadikin (1971).


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vit/nwk)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%