detikcom
Senin, 23/07/2012 00:31 WIB

Soal Kutu Loncat Parpol, Presiden PKS: Insya Allah Kader PKS Konsisten

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Fenomena kutu loncat yang terjadi di kalangan parpol diyakini sebagai pilihan individu kader partai politik. Hal itu merupakan bagian dari dinamika politik di Indonesia. Meski demikian, Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq , yakin tak ada kader PKS yang jadi kutu loncat.

"Insya Allah tidak akan terjadi di PKS," kata Luthfi Hasan kepada detikcom saat ditemui dalam acara buka puasa bersama kader PKS di Media centre Hidayat-Didik, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu malam (22/7/2012).

Meski demikian, Luthfi tidak melarang jika ada kader PKS yang ingin pindah ke parpol lain. Menurutnya hal tersebut merupakan hak seorang warga negara di Indonesia.

"Pilihan politik adalah hak asasi setiap manusia. Jadi berhak memilih partai mana saja, mendukung siapa saja dan berjuang bersama siapa yang sesuai dengan Kepentingan nasional,bangsa, dan negara menurut versi dan cara pandang dia. Jadi pada akhirnya dilihat dari harga diri masing-masing kader," tuturnya.

Luthfi mengatakan bahwa perpindahan kader suatu parpol ke parpol lain bukanlah hal yang negatif. Menurutnya, setiap kader pasti melihat kinerja dan pola perjuangan partai politik yang dituju.

"Dalam hidup seseorang pasti ada pilihan pertama, ada pilihan kedua dan ketiga. Semoga para kader tersebut bisa bekerja dengan baik dan konsisten di partai baru yang dituju," ujarnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(trq/trq)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%