Minggu, 22/07/2012 23:38 WIB
KKP Batam Gagalkan Penyelundupan 40 Ribu Ekstasi
Azhari dan barang bukti ribuan pil ekstasi (Foto: Agus Siswanto/detikcom)
Pelaku yang diketahui bernama Azhari itu sudah dicurigai aparat begitu turun dari kapal MV Batam Jet. Kecurigaan petugas muncul saat melihat gerak-gerik Azhari yang mencurigakan.
Sebelum masuk ke ruang perdaduk yang berada di depan Pos KKP Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Azhari langsung dipanggil petugas. Dia pun langsung terlihat gugup. Sebelum ditanya Azhari langsung mengatakan tidak punya KTP Batam.
Namun saat petugas menanyakan isi kardus yang dibawanya, Azhari semakin gugup dan wajahnya berubah pucat. Anggota KKP pun kemudian menyuruh Azhari membuka barang bawaannya dan ternyata isinya ribuan pil ekstasi dan 250 gram sabu. Azhari pun langsung digelandang ke Mapolsekta KKP Batam di Terminal Ferry International Sekupang sebelum diserahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang.
"Karena curiga Azhari langsung kita amankan dan kemudian diserahkan ke Satnarkoba Polresta Barelang,untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan," kata Dasrul saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (22/7/2012).
Azhari yang ditemui saat diamankan di Mapolsekta KKP Batam, mengaku dia hanya disuruh membawa kardus itu ke salah satu hotel berbintang yang ada di Batam. Dia diberi upah sebesar Rp 10 juta dari orang yang menitip dari Selatpanjang.
Azhari mengaku tidak tahu isi kardus dan membantah jika dirinya disebut sebagai kurir barang haram tersebut. Namun saat disinggung mengenai asal barang haram tersebut, Azhari menyebut ribuan pil ekstasi itu dibawa oleh seseorang yang bernama Ahok dari Malaysia ke Selatpanjang. Barang haram itu merupakan kualitas yang terbaik dan rencananya akan dijual ditempat hiburan di Batam.
Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.
(trq/trq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,980 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
689 share this. -
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
487 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
448 share this. -
Jokowi Lantik Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Siapa Tergusur?
380 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 13:44 WIB
Hakim Selingkuhi 4 Wanita, Ketua MA: Itu Kesalahan Fatal
-
Jumat, 24/05/2013 13:42 WIB
Melihat dari Dekat Rumah Mewah Luthfi Hasan di Kebagusan
-
Jumat, 24/05/2013 13:39 WIB
BPK Temukan Kontestan Incumbent Pemilu Kada Obral Izin Tambang
-
Jumat, 24/05/2013 13:37 WIB
Buaya Muara Sepanjang 2 Meter Dievakuasi dari Lebak Bulus
-
Jumat, 24/05/2013 13:33 WIB
Berharap KPK Tangguh, Mahasiswa Yogya Bawa Obat Kuat ke Rumah Busyro
-
Jumat, 24/05/2013 13:06 WIB
Jokowi Tak Gentar Dengan Ancaman Interpelasi DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Jumat, 24/05/2013 11:39 WIB
Kepsek Tak Tahu Darin Dinikahi Luthfi Hasan
-
Jumat, 24/05/2013 12:08 WIB
Siswi SMA Dirawat di RS Setelah Diperkosa 3 Teman Lama
-
Jumat, 24/05/2013 12:48 WIB
Kepsek Perkirakan Darin ke Sekolah Saat Penyerahan Ijazah
-
Jumat, 24/05/2013 11:21 WIB
Kepsek: Darin Penampilannya Biasa, Pernah Tunggak SPP 6 Bulan
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
Kepsek: Darin Selektif Berteman, Orang Tuanya Sangat Protektif
-
Jumat, 24/05/2013 10:29 WIB
3 Kisah 'Jatuh Bangun' Darin Menggapai Kelulusan Sekolah
-
582 Komentar
-
364 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
207 Komentar
-
145 Komentar
-
140 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 11:21 WIB
Kepsek: Darin Penampilannya Biasa, Pernah Tunggak SPP 6 Bulan
-
Jumat, 24/05/2013 11:17 WIB
Suami dr Rina Soal Utang Fathanah: Dia Keluarga, Saya Tak Polisikan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
