Minggu, 22/07/2012 09:40 WIB

Golkar Klaim Tetap Besar Meski Banyak Kadernya Jadi 'Kutu Loncat'

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Sebanyak 37 anggota DPR dari berbagai parpol berkomitmen bergabung dengan Partai Nasdem pada Pemilu 2014 mendatang. Meski banyak kadernya menjadi kader 'kutu loncat', Golkar mengklaim tetap partai yang terbesar.

"Dari dulu juga banyak kader Golkar yang pindah atau bikin partai baru. Alhamdulillah Golkar tetap besar dan melaju. Ini karena sistem kaderisasi yang berjalan baik," ujar Wasekjen Golkar Tantowi Yahya kepada detikcom, Minggu (22/7/2012).

Tantowi mengatakan salah satu contoh kader Golkar yang pindah ke partai Nasdem adalah Jeffery Geovani. Menurutnya tidak ada yang salah dengan sikap Jeffry pindah ke Partai besutan Surya Paloh tersebut.

"Kalau Jeffry sedari awal memang sudah menjadi bagian dari Nasdem. Kepindahannya dari Golkar adalah sesuatu yang cepat atau lambat pasti akan terjadi," ungkap anggota Komisi I DPR ini.

Tantowi menghargai perpindahan rekan-rekan se paartainya adalah sebuah hak politik. Menurutnya ada banyak alasan dan motivasi dibalik hijrahnya setiap kader ke partai lain.

"Ketika harapan masih ada, maka kader akan bertahan. Jika sudah tidak ada lagi harapan itu, apapun yang dilakukan tidak akan banyak bermanfaat," tuturnya.

Golkar, lanjut Tantowi, tidak pernah khawatir kehabisan kader. Banyak kader Golkar yang potensial di partai berlambang pohon beringin ini.

"Golkar memiliki banyak kader yang jempolan baik yang sekarang ada di parlemen maupun yang saat ini tengah dipersiapkan untuk jadi caleg. Tidak ada strategi khusus untuk menahan mereka karena berpolitik itu esensinya melihat harapan," tutupnya.

(mpr/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel