Sabtu, 21/07/2012 13:14 WIB

Pengantin Baru Pengedar Sabu-sabu Diringkus Polisi

Hendrik Raseukiy - detikNews
foto: ilustrasi
Depok, - Pangantin baru SN-TN, terpaksa mengurungkan bulan madu mereka. Polisi menangkap SN yang rupanya adalah pengedar sabu-sabu dan sudah berulang kali lolos dari sergapan polisi.

Penangkapan berlangsung semalam di kediaman SN di Pabuaran, Cibinong, Bogor. Ketika disergap jajaran Polsek Beji, Depok, SN (31) bahkan sedang menghisap sabu.

"Kita sudah seminggu mengintai. Akhirnya dia ditangkap di rumahnya ketika sedang mencoba kualitas shabu yang baru dibelinya dengan menghisapnya," ujar Kapolsek Beji, PMJ, AKP Agus Widodo di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2012).

Di dalam penyergapan ini, polisi berhasil menyita 8,53 gram serbuk sabu-sabu, sebuah bong (alat penghisap) dan buku catatan penjualan. Sebuk sabu-sabu itu dibeli SN dari seorang bandar di Jakarta yang juga sedang dalam pengejaran polisi.

"Sedangkan TN, istrinya, tidak ditahan. Dia tidak tahu suaminya itu pengedar sabu-sabu dan hasil tes juga negatif," papar Agus Widodo.


Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.

(lh/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel