detikcom
Sabtu, 21/07/2012 11:39 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran Via Darat 17 Agustus, Balik 22 Agustus

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jakarta - Gelombang arus mudik Lebaran melalui jalur darat diprediksi terjadi pada Jumat 17 Agustus. Sedangkan arus balik Lebaran bakal berlangsung pada Rabu 22 Agustus.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menerangkan puncak arus balik melalui moda angkutan jalan diprediksi terjadi H-2 Lebaran tepatnya pada 17 Agustus 2012.

Selanjutnya, puncak arus mudik melalui jalur kereta api juga terjadi pada 17 Agustus.

"Laut terjadi H-5 pada Selasa 14 Agustus 2012 dan armada udara pada H-3 pada Kamis 16 Agustus 2012," kata Pristono kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Sementara itu, kata Pristono, puncak arus balik melalui jalur darat diperkirakan terjadi H+2 pada Rabu 22 Agustus 2012.

Arus balik melalui kereta api terjadi H+6 Lebaran pada Minggu 26 Agustus 2012. Laut pada H+5 Lebaran Sabtu 25 Agustus 2012 dan udara pada H+6 Lebaran Minggu 26 Agustus 2012.

Pemudik tahun 2012 diprediksi mencapai 8,3 juta dan didominasi motor dan mobil pribadi.

(aan/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel