detikcom
Sabtu, 21/07/2012 10:42 WIB

Gerindra Puji Foke yang Larang Pendukungnya Hembuskan Isu SARA

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Kandidat cagub DKI Jakarta incumbent Fauzi Bowo (Foke) melarang pendukungnya menghembuskan isu SARA. Kalangan Partai Gerindra pun memuji Foke mengulang sejarah Bung Karno.

"Saya sangat menghargai sikap dan pernyataan Foke yang meminta pendukungnya tidak menggunakan isu SARA dalam pilgub putaran kedua nanti. Pernyataan ini sangat membesarkan hati, karena berpengaruh besar pada kondisi politik Ibukota, terutama menjelang pilgub putaran kedua nanti. Di sini Foke memperlihatkan kenegarawanannya," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Sebagai Gubernur, Foke dinilai paham betul kebhinekaan penduduk Jakarta ini. Kebhinekaan itulah yang menjadi kekuatan Jakarta, yang telah dijaga dan dirawat dengan susah payah selama bertahun-tahun.

"Sehingga rasanya tidaklah masuk akal, Foke hanya karena ingin bertahan di jabatannya, lalu membiarkan isu SARA berkembang yang berpotensi memecah penduduk Jakarta, kota dan warga yang sangat disayanginya. Disini Foke mengulangi sejarah Bung Karno diawal masa orde baru dulu, di mana Bung Karno legowo mundur, tidak ingin mempertahankan kedudukannya sebagai Presiden, walaupun sebenarnya bisa dilakukan nya, hanya karena tidak ingin rakyat terpecah karena kedudukannya," puji Martin.

Dia berharap sesudah pernyataan ini tidak ada lagi orang yang menghembus-hembuskan isu SARA menyongsong pilgub DKI putaran kedua nanti. Kedua pasangan yang berlaga diharapkan bisa berkompetisi dengan sehat untuk memberi contoh pada pilgub-pilgub di daerah lain.

"Misalnya dengan cara saling mengunjungi sebelum bertanding. Contoh-contoh kenegarawanan seperti ini perlu dilakukan, untuk memperlihatkan pada bangsa ini bahwa menjaga keutuhan dan kebhinekaan bangsa ini jauh lebih penting dan berharga dari pada sekedar jabatan Gubernur,"pungkasnya.

Pasangan Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) dipastikan akan maju ke putaran ke II Pilgub DKI. Foke telah meminta supaya pendukungnya tidak menghembuskan isu SARA dalam putaran berikutnya.

"Saya kecam keras dan melarang mereka yang bersimpati kepada saya untuk gunakan isu (SARA) ini dalam rangka memenangkan seseorang dalam Pilkada," kata Foke.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%