Jumat, 20/07/2012 12:56 WIB

Tunggu Papua Kondusif, Raimuna Digelar Oktober

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Gangguan keamanan di Papua membuat Raimuna, kegiatan seperti jambore Pramuka, ditunda hingga Oktober nanti. Raimuna diharap bisa mendorong perekonomian Papua.

"Acara Raimuna diselenggarakan sebagai upaya mendorong perekonomian rakyat Papua dan bentuk promosi wilayah Papua," ujar Agung di kantornya, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2012).

Menurutnya, agenda tersebut seharusnya digelar pada tanggal 4-10 Juli, tetapi karena pertimbangan keamanan acara itu diundur sampai tanggal 8-15 Oktober 2012.

"Awalnya direncanakan tanggal 4-10 Juli, namun ada pertimbangan gangguan kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat) di Papua. Tentu tidak dibatalkan tetapi menunggu sampai waktu yang kondusif," terangnya.

Agung menjelaskan, kegiatan semacam jambore Pramuka itu akan dihadiri oleh sekitar 7000-10.000 peserta dari seluruh Indonesia dan perwakilan negara Asean. Lokasi kegiatan di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Papua.

Sementara, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwa menyatakan kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kepramukaan, donasi buku bagi rakyat Papua, dan pagelaran kesenian.

"Ini juga untuk mengeratkan hubungan dengan seluruh anggota Pramuka se-Tanah Air," kata Azrul.


(nrl/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close