detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 17:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 18/07/2012 16:21 WIB

Ini Dia 13 Selebritis yang Menjadi Anggota DPR

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 7 dari 14 Next »
6. Qomar

H Nurul Qomar lahir di Jakarta, 11 Maret 1960. Pria yang lebih dikenal dengan nama panggung Qomar ini adalah pemeran dan pelawak Indonesia. Qomar tergabung dalam grup lawak  Empat Sekawan bersama Derry, Eman, dan Ginanjar melalui komedi situasi 'Lika-Liku Laki-Laki'. Selain itu ia juga ditunjuk oleh Departemen Pendidikan Nasional menjadi duta aksara nasional sejak 2006.
 
Qomar menjadi anggota DPR setelah berhasil terpilih dalam Pemilu 2009 dari Dapil Jabar VIII. Qomar duduk di Komisi X DPR dengan nomor anggota A-482.

Next page :
7. Inggrid Kansil


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%