Rabu, 18/07/2012 13:34 WIB

Politisi Muda Golkar Diperiksa KPK Soal Pengadaan Alquran

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kader muda Golkar Vasco Ruseimy. Ketua Gerakan Muda MKGR, organisasi sayap Partai Golkar, itu diperiksa seputar kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag).

Selain Vasco, saksi lain yang diperiksa atas nama Rizky. Dua pemuda ini tercatat masih berstatus mahasiwa.

"Vasco Ruseimy dan Rizky Moelyoputro, mahasiswa, dipanggil sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkatnya, Rabu (18/7/2012).

Vasco diketahui pernah tercatat sebagai caleg termuda dari Partai Golkar pada tahun 2009. Alumni Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) itu pernah maju sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan VII Jawa Tengah dengan nomor urut 7.

Vasco juga tercatat sebagai Ketua DPP Generasi Muda (Gema) Ormas MKGR. Vasco telah dicegah ke luar negeri oleh Imigrasi atas permintaan KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proses pembahasan anggaran pengadaan Alquran di Kemenag. Kedua tersangka itu adalah anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya yang tercatat sebagai Sekjen Gerakan Muda MKGR.

(fjr/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel