Selasa, 17/07/2012 15:12 WIB

Uncen Berharap KBRI Washington Bisa Bantu Pulangkan Tim Paduan Suara

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Tim paduan suara Gema Chandra Universitas Cendrawasih yang terlantar terancam tak bisa pulang ke Indonesia. Mereka kehabisan uang dan mesti 'mengamen' di sana. Walau kecewa dengan proses keberangkatan tim paduan suara itu, pihak universitas berharap KBRI di Washington bisa membantu kepulangannya.

"Mereka pergi tanpa izin institusi dan lembaga, saya kecewa. Tapi saya tetap berharap kedutaan kita di sana bisa membantu. Saya minta tolong agar mereka bisa pulang," kata Pembantu Rektor III Uncen Paul Homers saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/7/2012).

Paul bercerita soal keberangkatan tim paduan suara itu. Mereka berangkat H-1 sebelum perlombaan World Choir Games, di mana mereka seharusnya tampil pada 6-7 Juli di Cincinnati, AS.

"Saya sudah bilang, mau apa ke sana. Lebih baik uang dari Pemprov Rp 1 miliar untuk lomba di Australia," jelas Paul.

Dia bercerita, salah satu penyebab keterlambatan berangkat ke Amerika Serikat karena dana dari Pemprov Papua senilai Rp 1 miliar baru bisa masuk H-1. "Itu kan dana negara, mesti ada proses. Jadi tidak minta kemudian langsung keluar," tuturnya.

Tim paduan suara, sudah berada 2 minggu sebelumnya di Jakarta. Mereka meminta dana dan juga mengurus visa. "Mereka tidak mau dengar saya agar tidak berangkat," kata Paul.

Seperti diketahui, semula para mahasiswa Indonesia itu bermaksud mengikuti kejuaraan paduan suara dunia World Choir Games di Cincinnati.

Namun mereka mengalami masalah dengan tiket dan keterlambatan di Jakarta sehingga baru tiba di Cincinnati hanya beberapa saat sebelum seremoni penutupan acara pada Sabtu, 14 Juli waktu setempat. Dengan kata lain, mereka baru tiba lebih dari sepekan dari jadwal mereka tampil pada 6 dan 7 Juli.

Akibatnya, ke-49 anggota paduan suara Gema Chandra tersebut batal mengikuti kejuaran dunia tersebut. Apesnya lagi, mereka tak punya cukup uang untuk membeli tiket pesawat dari Cincinnati menuju San Francisco, California. Padahal dari San Francisco inilah mereka harus naik pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Indonesia pada 20 Juli mendatang. Untunglah, warga Cincinnati bermurah hati. Mereka membantu rombongan itu untuk mendapatkan uang dengan cara pentas di sejumlah tempat. Dukungan warga juga mencuat lewat Twitter.


(ndr/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Indeks Berita ยป
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel