detikcom
Minggu, 15/07/2012 15:56 WIB

120 Pohon Ditanam di Hutan Kritis Jambi untuk Lindungi Harimau Sumatra

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jakarta - Keberlangsungan hidup Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Jambi yang terancam akibat dari perambahan hutan, membuat sebagian kalangan bejibaku untuk menyelamatkan hewan yang masuk pada kategori hewan yang harus dilestarikan.

Salah satunya kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Harimau Kita (FHK) dengan kelompok Hutan Harapan yang melakukan penanaman pohon di hutan kritis yang diakibatkan dari aktivitas perambahan hutan.

"Mengingat keberadaan harimau Sumatra yang semakin terdesak akibat tingginya alih fungsi lahan hutan dan kegiatan perambahan hutan yang berlangsung dalam skala besar. Keprihatinan ini pula kita melakukan kegiatan bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan habitat dan pelestarian Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae)," kata Surya Kusuma Head of Public Affair Harapan Rainsforest dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (15/7/2012).

Surya menjelaskan, kegiatan bersama dalam bentuk penanaman 120 batang pohon hutan dari berbagai jenis ini berlangsung di lokasi bekas perambahan di dalam kawasan Hutan Harapan di Kabupaten Batang hari, Jambi. Lokasi penanaman tersebut sebelumnya pernah dirambah dan sempat ditanami tanaman kelapa sawit.

Masih menurut Surya, kawasan Hutan Harapan adalah hutan restorasi ekosistem (dipulihkan untuk menjadi hutan alam kembali) yang sedang menghadapi ancaman agresif perambahan.

Kegiatan perambahan di hutan ini berlangsung dalam skala besar, sehingga tidak hanya menghancurkan pohon-pohon hutan, tetapi juga menyingkirkan keberadaan beragam satwa, termasuk beragam jenis burung rangkong dan harimau.

"Harimau Sumatra merupakan spesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia setelah dua kerabatnya, yaitu Harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), sudah dinyatakan berstatus punah," kata Surya.

Secara simbolik, kata Surya, kegiatan ini menunjukkan optimisme bahwa Hutan Harapan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan perambahan yang merusak lahan hutan dan mengancam keberadaan satwa di dalamnya.

"Kami juga memperlihatkan kepada publik, bahwa apa yang sudah dirusak, cepat atau lambat akan kami perbaiki dan tanami kembali. Kami tidak akan pernah menyerah dan akan terus menghutankan kembali kawasan hutan yang sudah dirusak oleh para perambah," katanya.

Senada disampaikan Executive Officer Forum Harimau Kita (FHK), Hariyawan Agung Wahyudi. Dia menjelaskan, kondisi ini diperburuk lagi, dengan kedatangan perambah dalam jumlah besar yang tidak hanya mempersulit ruang gerak satwa, tetapi juga berpotensi memusnahkannya.

Sebab, kegiatan perambahan kerap kali diikuti pula dengan aktivitas perburuan satwa. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya ditemukan aneka perangkap satwa yang ditebar di dalam kawasan hutan.

"Dengan penanaman pohon bersama ini, kita ingin menunjukkan bahwa restorasi ekosistem hutan adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan konservasi harimau Sumatra yang kami lakukan selama ini," kata Hariyawan Agung.

"Kami optimistis, kegiatan bersama ini akan semakin menyatukan tekad dan langkah kita semua yang bergerak di bidang restorasi ekosistem dan konservasi, untuk menyelamatkan hutan Sumatera dari kerusakan akibat ulah manusia," tutup Agung.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(cha/nal)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close