detikcom
Sabtu, 14/07/2012 00:29 WIB

Dirjen Pajak Langsung Copot Kepala KPP Bogor yang Ditangkap KPK

Fajar Pratama - detikNews
Dirjen Pajak Fuad Rahmany
Jakarta - Meski belum terjerat oleh kekuatan hukum tetap, karena baru tertangkap oleh KPK, Kepala KPP Bogor Anggrah Suryo langsung dicopot dari jabatannya. Tindakan tegas ini diambil oleh Dirjen Pajak Fuad Rahmany.

"Pasti hari ini sudah kami keluarkan surat pencopotan jabatan," kata Fuad di kantor KPK, Jumat (13/7/2012).

Fuad berharap penangkapan ini menjadi pelajaran bagi pegawai pajak lainnya. Dia pun mengakui peristiwa ini bukan yang pertama di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Pada 6 Juni 2012 lalu, KPK menangkap Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultan Kantor Pajak Sidoarjo, Jawa Timur, Tommy Hindratmo.Tommy dicokok karena diduga menerima uap Rp 280 juta terkait restitusi pajak PT Bhakti Investama.

"Peristiwa ini membuktikan sistem whistle blowing kami berjalan," katanya.

KPK hari ini menangkap Anggrah setelah kedapatan menerima suap sebesar Rp 300 juta dari seorang pengusaha Endang Dyah Lestari, seorang karyawan PT PT Gunung Emas Abadi,perusahaan tambang batu bara di Bogor.Supir Endang berinisial SYT (50) ikut tertangkap. Ketiganya dicokok di sekitar kawasan Perumahan Legenda Wisata dan Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Jumat pagi sekitar pukul 10.20 WIB.. Modusnya untuk memuluskan pemeriksaan pajak PT GEA.

"Diduga wajib pajak inginnya yang serendah mungkin dibandingkan dari hasil pemeriksaan pajak," kata PltDeputi Penindakan KPK Iswan Hemi dalam konferensi pers hari ini.

Setelah ditangkap, ketiganya digelandang ke Kantor KPK dan menjalani pemeriksaan. Dari KPK, ketiga tersangka ini sekarang berada di Kejaksaan Agung.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(fjp/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%