Detik.com News
Detik.com

Jumat, 13/07/2012 14:31 WIB

Inilah Gedung DPP PAN yang Baru di Jl TB Simatupang

Pandu Triyuda - detikNews
Inilah Gedung DPP PAN yang Baru di Jl TB Simatupang
Jakarta - Mantan Ketua Umum PAN ,Soetrisno Bachir, mewakafkan Kantor DPP PAN di Jalan Warung Buncit ke PP Muhammadiyah. DPP PAN itu akan pindah ke kantor baru di Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pantauan detikcom, Jumat (13/7/2012), bagian luar gedung berlantai tujuh itu bernuansa serba biru. Kaca-kaca gedung itu hampir seluruhnya biru. Pada bagian pagar terdapat bendera-bendera partai tersebut.

Pada gedung itu juga terpampang spanduk Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan latar belakang lambang PAN. Spanduk ini berukuran sekitar 3 meter X 2 meter. Saat dikunjungi gedung itu kosong. Hanya ada satpam dan beberapa tukang yang sedang merampungkan pengerjaaan gedung anyar itu.

"Gedungya belum diresmikan dan biasanya dipakai untuk rapat setiap Kamis," kata salah seorang pekerja di gedung itu.

Meski berlantai tujuh, tidak semua lantai dipakai. Hanya lantai satu dan dua saja yang sudah digunakan. Pada lantai satu terlihat ruangan rapat lengkap dengan proyektor dan bangku-bangku rapat. Namun detikcom tidak bisa naik ke lantai atas karena dilarang satpam.

"Paling gedung ini beres dua bulan lagi," ucap salah seorang pekerja.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nvt)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%