detikcom
Rabu, 11/07/2012 21:41 WIB

Suara PKS Merosot di Pilgub DKI 2012 Karena Lemahnya Karakter Kandidat

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Hasil quick count yang diusung Indobarometer menunjukkan pasangan Hidayat-Didik hanya mendapatkan 11.5 % suara. Melihat hasil demikian tentunya berbanding jauh dengan hasil yang diterima Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tahun 2007. Mengapa demikian?

Pengamat Politik Charta Politika Indonesia, Arya Fernandes, mengatakan bahwa turunnya presentase yang didapat PKS merupakan pukulan telak bagi partai berlambang bulan sabit dan padi tersebut. Menurut dia, kecilnya hasil pemungutan suara karena lemahnya karakter yang di usung partai tersebut.

"Karakter kandidat itu sangat mempengaruhi. Soalnya partai yang berpengaruh banyak tapi kalau kandidat tidak punya karakter yang terlalu kuat. Hasilnya pun akan menurun," kata Arya saat berbincang dengan detikcom, Rabu (11/7/2012).

Arya menambahkan, kondisi politik tahun 2007 dimana PKS 'dikeroyok' partai politik lain, membuat partai tersebut mampu menarik simpati publik untuk kemudian memilihnya.

"Waktu itu kan PKS dihadapkan dengan kondisi politik yang dikeroyok. Dan ketika dikeroyok loyalitas dan mobilitas menjadi tinggi, dan itu yang membuat publik bersimpati," ujarnya.

Saat ditanya apakah hasil ini akan mempengaruhi PKS pada 2014 nanti?

"Saya kira tidak hanya PKS. Ini juga harusnya menjadi pukulan untuk partai lain termasuk Partai Demokrat dan Golkar dalam memilih kandidat calon. Dan PKS sendiri ini harus menjadi momentum perubahan. Karena kalau tidak hati-hati, di 2014 nanti akan terulang," jawab Arya.

(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel