detikcom
Selasa, 10/07/2012 17:01 WIB

Dapat Warisan dari Suami Tajir, Eks TKI Jadi Miliarder di Saudi

Nurul Hidayati - detikNews
Taif - Seorang wanita Indonesia yang mengadu nasib di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga kini menjadi miliarder. Hal ini terjadi karena majikannya yang kaya raya - yang kemudian menikahinya -- meninggalkan warisan nyaris 20 juta riyal (sekitar Rp 50,2 miliar) setelah meninggal.

Wanita Indonesia itu datang ke negeri kerajaan di Teluk itu 10 tahun lalu dan bekerja pada seorang pria tua di Taif, kota di bagian barat Saudi. Setelah bekerja dua tahun, majikan itu menikahinya. Demikian diberitakan media lokal setempat Ajel, yang dilansir Emirates 24/7, Senin (9/7/2012).

"Namun pernikahannya tidak berumur panjang, pria tersebut kemudian meninggal. Pria tersebut meninggalkan kerajaan investasi yang besar untuk istri dan anggota keluarga yang lain," tulisnya.

Pengusaha tajir itu memiliki tanah yang luas dan apartemen-apartemen di sejumlah kawasan di Taif, utamanya di daerah pinggiran.

Warisan sebanyak itu melahirkan perebutan di kalangan keluarga pria yang tak disebut namanya. Dan selama perebutan harta, wanita Indonesia tersebut memilih menetap di Saudi untuk menunggu bagian yang menjadi haknya.

Setelah melewati proses negosiasi dengan pihak-pihak yang saling mengklaim harta benda tersebut selama 8 tahun, akhirnya hakim Sheikh Abdurrahman Al-Dakhil memutuskan bahwa perempuan Indonesia itu berhak atas sebagian peninggalan suaminya.

"Setelah nyaris 8 tahun, pengadilan memutuskan untuk menjual semua propertinya sebagaimana permintaan keluarga dengan hasil penjualan 300 juta riyal (Rp 754 miliar), yang mana perempuan Indonesia itu mendapat bagian 20 juta riyal," ungkapnya.


(nrl/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close