Senin, 09/07/2012 11:12 WIB
Latifa Sang Jawara UN SD, Mutiara dari Keluarga Sederhana
"Kami tinggal di rumah petak kontrakan yang sebulannya Rp 500 ribu. Kalau saya kerja, Ifa (panggilan Latifa) harus menyiapkan semua sendiri. Sepulang sekolah kan dia sendiri di rumah, dia pasang alarm buat mengingatkan waktu mengaji," tutur sang ibunda Latifa, Farida, kepada detikcom, beberapa watu lalu.
Sehari-hari Ifa pergi ke sekolah dengan naik sepeda. Waktu tempuh ke sekolah memakan waktu sekitar 10 menit. Meski ada juga temannya yang naik sepeda --kebanyakan laki-laki-- namun beberapa siswa lainnya diantar jemput orang tuanya. Kendati kebanyakan teman-temannya berasal dari keluarga menengah ke atas, namun Ifa toh tidak minder. Dia bisa bergaul dengan semua temannya.
Farida yang merupakan single parent menerapkan hidup disiplin pada gadis semata wayangnya. Ifa setiap hari bangun pukul 04.00 WIB. Sembari menunggu waktu subuh, dia membaca Alquran. Setelah itu, menyiapkan buku pelajaran, dan bersiap-siap ke sekolah.
"Ifa suka kalau mengerjakan sesuatu selalu memakai waktu agar tertata dengan baik," ucap karyawati di perusahaan asuransi ini.
Jika banyak teman-temannya yang harus diingatkan soal kegiatannya oleh ibu atau pengasuhnya, Ifa selama ini tidak pernah mengenal hal semacam itu. Pengingatnya hanyalah alarm jam. Tidak heran alarm jam sudah seperti sahabat baik bagi Ifa.
Beberapa teman-temannya mengikuti berbagai les di luar jam sekolah. Sedangkan Ifa mau tidak mau harus belajar sendiri tanpa bimbingan belajar tambahan khusus. Untunglah di sekolah ada kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti Ifa.
Waktu luangnya di rumah digunakannya untuk membaca dan menulis. Ifa gemar menulis karangan. Sang ibu kemudian bertindak sebagai 'editor' yang menunjukkan kekurangan tulisan tersebut.
"Sejak TK dia sudah bisa nulis, nulis di tembok. Biasanya dia suka nulis cerpen waktu SD tentang cerita di sekolahnya, mengenai teman-temannya. Saya tahu dia punya bakat terpendam, saya ingin membantu dia tapi karena kemampuan kami yang pas-pas san saya bingung bagaimana untuk menyalurkannya," tutur Farida sambil menatap putri kecilnya.
Gadis kecil kelahiran 6 Desember 2000 itu juga menonton televisi sebelum belajar di malam hari. Namun ibunya selalu menyertai aktivitas ini.
Kepada detikcom, Ifa menyebut cita-citanya ingin menjadi pramugari. Alasannya sederhana, dengan menjadi pramugari dia bisa keliling dunia.
"Ingin jadi pramugari supaya bisa keliling dunia," cetus Ifa polos saat ditanya cita-citanya.
Negara yang paling ingin didatangi Ifa saat ini adalah Korea Selatan. Sebab dia ingin bertemu penyanyi idolanya, Super Junior (Suju).
Ifa terlecut semangatnya untuk belajar, mendapat prestasi yang baik, karena sang ibu. Ibunya yang menyiapkan kebutuhan Ifa di pagi hari sebelum gadis itu berangkat sekolah, yang mendukungnya untuk tidak minder, dan melimpahinya kasih sayang.
"Mama suka mengingatkan buat belajar," kata bocah yang suka olahraga basket dan renang ini.
Dalam ujian nasional (UN) SD 2012, Ifa mendapatkan nilai sempurna 30. Tentu sang ibu senang bukan kepalang, meski sejak masuk bangku SD, nilai-nilai Ifa di sekolah juga tergolong bagus. Lebih dari itu, Ifa juga mengerti benar apa yang dipelajarinya.
Atas prestasinya itu, gadis 12 tahun tersebut banjir penghargaan. Dia mendapat piagam penghargaan dari Pemprov DKI Jakarta, kota administrasi Jaktim, Kecamatan Makasar sebagai siswa mencapai nilai 30 di UN tertinggi SD tingkat Kecamatan Makasar. Penghargaan diberikan pada 16 juni 2012.
Ifa itu juga mendapat penghargaan dari Pemprov DKI Jakarta atas nama Fauzi Bowo sebagai siswa peringkat I. Penghargaan diberikan tanggal 27 Juni 2012. Dinas Pendidikan Provinsi DKI, melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, DR Taufik Yudi Mulyanto juga memberikan penghargaan pada 21 Juni 2012.
Ifa saat ini sudah diterima menjadi siswi SMPN 109 Jakarta Timur. Sebelumnya dia merupakan siswa SDN Kartika X-7 yang berlokasi tidak jauh dari SMPN 109.
(vit/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Terpikat Delapan Pesona Samsung Galaxy Note 8.0
0 share this. -
Belanja di Jakarta Notebook Makin Praktis dan Terpercaya dengan BCA KlikPay
0 share this. -
Inilah Senjata Ampuh Tangkal Pidana Pajak
0 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Kamis, 02/05/2013 13:02 WIB
Ustad Soenman, Stand Up Comedian Kocak dari PKS
-
Kamis, 02/05/2013 11:05 WIB
Beteguh, Guru Belia di Hutan Belantara dan Mimpi-mimpi Besarnya
-
Jumat, 26/04/2013 10:19 WIB
Luigi Pralangga dan Serunya Jadi Staf Lapangan Misi Perdamaian PBB
-
Selasa, 23/04/2013 17:17 WIB
Kisah dan Cita-cita Besudut, Satu-satunya Anak Rimba yang Ikut UN SMA
-
Kamis, 18/04/2013 18:25 WIB
'Kartini' dari NTB Ini Hibahkan Lahan Demi Berdirinya Puskesmas
-
Minggu, 19/05/2013 15:38 WIB
Sefti: Yang Rp 10 Juta Saja Hubungan Intim, Apalagi yang Ratusan Juta
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 18:15 WIB
Ahok: Di Jakarta Ini Susah, Kami Sedikit Keras Aja Dianggap Langgar HAM
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
-
Minggu, 19/05/2013 14:38 WIB
Ditanya Arti Pustun Fathanah, Sefti Pusing Sendiri
-
Minggu, 19/05/2013 12:24 WIB
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
-
Minggu, 19/05/2013 02:07 WIB
Cerita Masa Lalu, Ahok: Saya Masuk Politik Didukung Ustad
-
Minggu, 19/05/2013 04:19 WIB
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
-
341 Komentar
-
232 Komentar
-
228 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,833.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 17:26 WIB
Kala Aktivis Ikut Berebut Kursi Menuju Parlemen
-
Minggu, 19/05/2013 15:01 WIB
Dua Orang Terluka Akibat Ledakan Gas di Sebuah Laundry di Taman Galaxy
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

