Kamis, 05/07/2012 12:37 WIB

PT KAI: Kalau Nggak Setuju Tiket Commuter Line Naik, Jangan Naik KRL

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo menyarankan penumpang commuter line yang menolak kenaikan tarif agar tidak naik kereta. Sebab ada harga ada rupa.

"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," ujar Sulistyo.

Sulistyo mengatakan itu kepada wartawan di sela-sela Seminar Peningkatan Sistem Persinyalan Perkeretaapian di Jabodetabek di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Menurut Sulistyo, dengan kenaikan tiket Commuter Line Rp 2.000 bulan Oktober nanti, memudahkan pihaknya meningkatkan kebersihan, petugas keamanan dan petugas pendukung lainnnya. Jika tiket tidak naik, dia meminta pemerintah untuk mensubdisi tiket Commuter Line.

"Karena kita memang butuh kenaikan itu. Kalau untuk ekonomi nggak boleh naik, kan itu ditentukan oleh pemerintah. Saran saya disubsidi pemerintah agar Commuter Line bisa lebih murah," ucap dia.

Sulistyo meminta KRL Mania -- komunitas pelanggan KRL -- membandingkan jumlah kereta yang beroperasi saat ini dengan 3 tahun lalu.

"KRL itu rugi. Pokoknya kita mampunya seperti itu. Tapi kalau nggak cocok, jangan dipaksain naik KRL. Diserahkan semuanya ke penumpang. Kita tahu sendiri ada kenaikan, kalau nggak cocok jangan naik," tuturnya.

Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:

- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah

Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit


Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.

(nik/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel