detikcom
Rabu, 04/07/2012 07:41 WIB

Aturan Larangan Merokok dalam Angkot, Masyarakat Harus Aktif Terlibat

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Larangan merokok di dalam angkot disambut baik kalangan, termasuk pengamat transportasi dari Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung. Meski tidak semudah membalik telapak tangan untuk menyadarkan perokok di dalam angkot, Ellen meminta masyarakat turut aktif menegur siapapun yang mengisap rokok di dalam angkot.

"Menertibkan perokok di dalam angkot memang agak sulit, kalau tidak diawasi atau tidak ada efek hukumnya sama halnya seperti peraturan sopir berseragam, hangatnya di awal saja," kata Ellen saat dihubungi detikcom, Selasa (3/7/2012).

"Paling tidak ada sanksi sosial. Kalau penumpang mengetahui adanya peraturan itu ya bisa ikut menegur dan tidak diam saja," imbuh Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.

Ellen menambahkan, peraturan untuk tidak merokok di dalam angkutan umum harus terus diawasi. Setidaknya dengan larangan tersebut para penumpang merasakan kenyamanan dari layanan atau jasa yang digunakannya.

20 petugas Dishub DKI Jakarta dibantu pegawai Pemprov DKI melakukan razia sekaligus sosialisasi di Terminal Senen, Jakarta Pusat, terkait larangan merokok di dalam angkot, Selasa (3/7/2012)

Jika ada sopir dan kondektur kedapatan merokok, di dalam kendaraan berbau asap rokok, dan ada puntung rokok, mereka diminta keluar. Setelah itu mereka akan dibawa ke meja laporan di depan kantor Terminal Senen untuk membuat berita acara pengawasan (BAP).

Jika mereka membandel, tetap merokok di angkutan umum, maka bisa diberi sanksi berupa pencabutan izin sementara. Sanksi paling tinggi yang dikenakan adalah pencabutan izin usaha.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(ahy/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close