Detik.com News
Detik.com
Selasa, 03/07/2012 01:01 WIB

Indonesia Akhirnya Beli Tank Leopard US$ 280 Juta dari Jerman

Pandu Triyuda - detikNews
Indonesia Akhirnya Beli Tank Leopard US$ 280 Juta dari Jerman tank leopard/ wikipedia
Jakarta - Polemik pembelian tank berbadan besar Leopard, akhirnya diputuskan. Indonesia akhirnya membeli Tank tersebut dari Jerman dengan anggaran sebesar $ 280 juta.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (1/7/2012). Pembelian tersebut dilakukan untuk modernisasi Alutsista terutama peralatan tempur angkatan darat.

"Direncanakan Main Battle Tank Leopard tersebut akan datang ke lndonesia sejumlah 15 Unit pada bulan Oktober 2012 dan seterusnya akan datang secara bertahap sebanyak, 100 unit sampai dengan Oktober 2014," kata Sjafrie saat jumpa pers.

Tank tersebut dibeli dari Jerman, padahal sebelumnya Indonesia sudah berniat membeli tank kelas berat itu dari negeri kincir angin Belanda.

"Pembelian Leopard diputuskan untuk membeli dari Jerman, karena proses pembelian dari Belanda dihentikan karena tidak ada kepastian dari pemerintah Belanda," ujarnya.

Alokasi anggaran yang diperlukan untuk membeli peralatan militer ini sebesar
US$ 280 juta, dengan skema pinjaman luar negeri, yang diproses sesuai blue print
Bappenas dan Kementerian Keuangan

"Tentu saja ini diikuti dengan aspek pengawasan yang dilaksanakan oleh tim pencegahan penyimpangan pengadaan barang dan jasa yang melibatkan BPKP, LKPP,Inpektorat Kemhan dan juga dari markas besar TNI," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
MustRead close