detikcom
Senin, 02/07/2012 19:50 WIB

Hidayat: Banyak yang Galau dengan Popularitas Hidayat-Didik yang Naik

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Popularitas pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini perlahan-lahan mulai meningkat. Nah, rupanya, popularitas yang semakin meningkat ini membuat sejumlah pihak resah. Hidayat menyebutnya ada yang galau. Tidak heran kalau spanduk pasangan ini banyak dicopoti orang tertentu.

"Hal ini menandakan ada pihak-pihak yang galau dengan semakin tingginya akseptabilitas warga terhadap kami," kata Hidayat, Senin (2/7/2012).

Mantan ketua MPR tersebut sangat menyesalkan aksi vandalisme yang terjadi, karena menurutnya demokrasi di DKI Jakarta bisa dilakukan dengan cara-cara yang elegan.

"Dan hal itu akan menjadi ukuran kualitas demokrasi di Indonesia," terang Hidayat.

Hidayat juga menyesalkan masih adanya fitnah yang menimpa dirinya bahwa dirinya anti-Maulid, padahal ia kerap mengisi ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di banyak tempat. Ia juga menyesalkan adanya tuduhan yang mengatakan dirinya antikeberagaman, padahal Hidayat banyak memiliki kolega nonmuslim.

"Waktu saya menjadi ketua MPR, anggota saya ada yang non muslim. Semua agama pernah menjadi anggota saya, semua suku pernah menjadi anggota saya. Parta politik yang sekuler pernah menjadi anggota saya dan tidak pernah ada masalah," jelas Hidayat yang duduk sebagai ketua MPR periode 2004-2009 tersebut.

Fitnah-fitnah tersebut, lanjut Hidayat, menandakan adanya pihak-pihak yang tidak berkenan dengan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap dirinya.

"Ini menandakan ada pihak-pihak yang galau dengan elektabilitas kita yang semakin meninggi, popularitas kita yang semakin meninggi dan akseptabilitas publik juga semakin meninggi," cetus Hidayat.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%