Senin, 02/07/2012 15:27 WIB

OPM Akui Pelaku Penembakan Mobil TNI di Papua

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tentara Nasional Pembebasan (TNP) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggungjawab terhadap penembakan iring-iringan mobil TNI yang ditumpangi Komandan Batalyon (Danyon) 431 Kostrad, Letkol (Inf) Indarto.

"Betul kami yang menembak, itu pasukan saya dari OPM," kata Panglima Tentara Nasional Pembebasan (TNP) OPM, Lambertus Peukikir, kepada detikcom, Senin (2/7/2012).

Namun, Lambertus membantah pihaknya melakukan penembakan terhadap Jhon (sebelumnya Yohanes) Yanifrom.

"Jhon itu anggota resmi OPM-TNP, dia juga kepala desa Sawyatami. Saat ini markas besar OPM berduka atas kabar tersebut, " tegas Lambertus.

Lambertus mengatakan, dirinya terakhir bertemu dengan Jhon dua hari sebelum peringatan hari jadi Papua Barat.

"Kami akan mancari tahu dengan cara kami atas kematian Jhon," terang Lambert.

Dihubungi terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Safitri menduga pelaku penembakan terhadap kendaraan yang ditumpanginya adalah OPM pimpinan Lambertus Peukikir. Pasca insiden tersebut, aparat gabungan TNI/Polri langsung melakukan penyisiran mencari markas yang dihuni kelompok OPM.

"Pelaksanaan pengejaran dan penyergapan markas kelompok Lambert Pekikir pada malam dan tadi pagi masih nihil. Hanya ditemukan beberapa anak panah dan bekas-bekas jejak meninggalkan tempatnya," kata Erwin dalam pesan singkat yang diterima detikcom.

"Selanjutnya personel TNI/POlri masih berupaya untuk mencari dan mencegah gerakan mereka masuk wilayah Indonesia," imbuh Erwin.

Iring-iringan mobil Danyon 431 Kostrad, Letkol (Inf) Indarto, ditembaki kelompok orang tidak dikenal sekitar pukul 08.45 WIT.

(ahy/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    63%
    Kontra
    37%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel