detikcom
Senin, 02/07/2012 14:30 WIB

Pintu Terali Besi pun Disumbangkan untuk Gedung Baru KPK

Fajar Pratama - detikNews
Pintu terali besi untuk KPK
Jakarta - Keseriusan masyarakat mendukung pembangunan gedung baru KPK tak diragukan lagi. Bukan saja sumbangan uang yang terus mengalir setiap hari, bahkan sumbangan dalam bentuk lain pun diberikan berbagai kalangan. Salah satu yang disumbangkan seperti pintu terali besi untuk sel tahanan.

Pantauan detikcom, Senin (2/7/2012), pintu besi berkururan 1x2 meter itu dibawa menggunakan truk kecil dan tiba di kantor KPK pukul 14.00 WIB. Pintu itu dikirim melalui jasa pengiriman paket atau barang Rosalia Indah.

Perlu dua orang untuk memindahkan pintu yang awalnya dibungkus kertas karton warna putih ini. Berwarna dasar hijau kegelapan, pintu yang mirip seperti pintu di sel penjara atau rutan tersebut sudah tampak usang.

"Pengirimnya republik Aeng-Aeng yang beralamat di Jalan Kolonel Sugiyono, Solo," ujar koordinator posko Saweran, Ilin Deta Arnasari di halaman Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jaksel.

Ini merupakan bantuan dalam bentuk bukan uang yang pertama kali diterima oleh posko saweran gedung KPK. Koalisi pun akan segera berembug untuk membahas kiriman pintu terali besi ini.

"Kita akan berkoordinasi dulu. Ini merupakan kiriman yang pertama," ujar Ilin.


(fjr/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel