detikcom
Senin, 02/07/2012 13:42 WIB

Deklarasikan Pencapresan, Ical Bisa Jadi Sasaran 'Tembak'

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah mendeklarasikan diri secara terbuka menjadi capres. Langkah ini bisa berdampak positif, namun bisa berimplikasi negatif.

"Ada dua tujuan utamanya. Untuk sebuah sistem politik ada baiknya memberikan gambaran Ical sebagai capres Golkar, silakan dievaluasi oleh publik. Apa akan diterima atau dikritik," kata pengamat komunikasi politik, Effendi Ghazali, kepada detikcom, Senin (2/7/2012).

Nah, karena pencapresan Ical sudah dikumandangkan jauh hari maka kritik terhadap Ical pun bisa disuarakan terus menerus sampai tahun 2014. Meskipun pencapresan Ical tak bisa dibilang buru-buru.

"Sebenarnya kalau dihitung buru-buru banget tidak juga. Obama itu jauh-jauh sebelum deklarasi sudah berpidato program-programnya. Dan itu dalam politik modern sudah biasa,"katanya.

Namun, yang harus diantisipasi Ical adalah serangan dari lawan-lawannya. Dalam hal ini tentunya parpol atau cawapres dari partai lain bisa saja mengobok-obok popularitas Ical.

"Persoalan yang agak serius juga dalam konteks seperti itu sudah benar-benar siap belum. Karena kalau nanti sudah dipublikasikan jadi pusat perhatian dan sasaran tembak," lanjut Effendi.

Karena Itu, lanjut Effendi, harusnya Ical menyelesaikan masalah-masalah yang bisa mengganjal pencapresannya. Dengan demikian meminimalisir masalah-masalah yang mungkin muncul selama konsolidasi pencapresannya dilakukan.

"Dalam arti elektabilitasnya bisa stabil tapi bisa turun juga karena kritik masyarakat. Dan harus menyelesaikan kasus-kasus yang selama ini jadi kelemahan. Seperti kasus Lapindo, bagaimana kalau nanti nyapres namun masih menyisakan masalah Lapindo," tandasnya.

(van/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel