detikcom
Sabtu, 30/06/2012 13:27 WIB

Kasus Pembunuhan Sadis di Pekanbaru, Polisi Periksa Pembantu Korban

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru terus menyelidiki kasus pembantaian membabi buta di Pekanbaru, Riau dengan dua korban tewas dan dua korban lainnya mengalami luka kritis. Saat ini pembantu rumah tangga (PRT) korban menjalani pemeriksaan intensif .

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arife Fajar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (30/6/2012) di Pekanbaru.

Menurut Arief untuk mendalami kasus pembantaian sekeluarga di Jl M Yamin, Pekanbaru itu, pihaknya masih memeriksa insentif seorang pembantunya.

"Kita masih melakukan pemeriksaan insentif terhadap pembantunya yang perempuan," kata Arief tanpa menjelaskan identitas pembantu tersebut.

Masih menurut Arief, kini pihaknya tengah memburu pelaku pembunuhan yang diduga ada dua orang. Pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas kedua orang tersebut.

"Kita masih memburu pelaku pembunuhan itu," kata Arief.

Pembunuhan sadis ini terjadi pada Jumat (29/6) sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam kasus ini Sukimin kepala keluarga tewas di lantai tiga di dalam rukonya. Sukimin ditebas dengan benda tajam dibagian perutnya hingga ususnya terburai.

Istrinya juga menjadi sasaran pelaku yang juga memberikan sabetan benda tajam. Dua anaknya Tomi dan Jeri juga turut menjadi korban dalam tindakan biadap tersebut. Namun Tomi yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, akhirnya kemarin sore menghebuskan nafas terakhirnya karena luka yang serius dibagian perutnya.

"Untuk sementara ini kita menduga dalam kasus ini ada motif dendam. Dan dugaan juga pelakunya ada sopirnya sendiri," kata Kapolresta Pekanbaru, Adang Ginanjar.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%