detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 30/06/2012 13:27 WIB

Kasus Pembunuhan Sadis di Pekanbaru, Polisi Periksa Pembantu Korban

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru terus menyelidiki kasus pembantaian membabi buta di Pekanbaru, Riau dengan dua korban tewas dan dua korban lainnya mengalami luka kritis. Saat ini pembantu rumah tangga (PRT) korban menjalani pemeriksaan intensif .

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arife Fajar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (30/6/2012) di Pekanbaru.

Menurut Arief untuk mendalami kasus pembantaian sekeluarga di Jl M Yamin, Pekanbaru itu, pihaknya masih memeriksa insentif seorang pembantunya.

"Kita masih melakukan pemeriksaan insentif terhadap pembantunya yang perempuan," kata Arief tanpa menjelaskan identitas pembantu tersebut.

Masih menurut Arief, kini pihaknya tengah memburu pelaku pembunuhan yang diduga ada dua orang. Pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas kedua orang tersebut.

"Kita masih memburu pelaku pembunuhan itu," kata Arief.

Pembunuhan sadis ini terjadi pada Jumat (29/6) sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam kasus ini Sukimin kepala keluarga tewas di lantai tiga di dalam rukonya. Sukimin ditebas dengan benda tajam dibagian perutnya hingga ususnya terburai.

Istrinya juga menjadi sasaran pelaku yang juga memberikan sabetan benda tajam. Dua anaknya Tomi dan Jeri juga turut menjadi korban dalam tindakan biadap tersebut. Namun Tomi yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, akhirnya kemarin sore menghebuskan nafas terakhirnya karena luka yang serius dibagian perutnya.

"Untuk sementara ini kita menduga dalam kasus ini ada motif dendam. Dan dugaan juga pelakunya ada sopirnya sendiri," kata Kapolresta Pekanbaru, Adang Ginanjar.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(cha/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%