detikcom
Jumat, 22/06/2012 06:33 WIB

4 Pelaku Sindikat Pemalsu STNK Ditangkap Saat Pesta Sabu

Rivki - detikNews
Jakarta - Empat pelaku pemalsu STNK ditangkap oleh aparat Polsek Tanah Abang saat pesta sabu di Tebet, Jakarta Selatan. Keempat sindikat pemalsu STNK itu ialah, NA, BS, AS, dan AC.

"Ditangkap pada Rabu (20/6) malam di daerah Tebet," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Suyudi Aryo, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/6/2012).

Keempat pelau diamankan bersama barang bukti berupa satu unit CPU, Monitor, printer, puluhan lembar STNK Palsu serta narkoba jenis sabu. Dalam setiap pembuatan STNK atau BPKB palsu sindikat ini memasang tarif Rp 3 sampai 4 juta.

"Kualitas STNK palsu tersebut benar-benar mirip aslinya, sehingga untuk orang awam sangat sulit untuk mengetahuinya," jelasnya.

Para pelaku tersebut dijerat dengan pasal 263 tentang penggelapan dan 114
KUHP tentang penyalahgunaan narkoba. Suyudi mengimbau agar waspada terhadap peredaran STNK palsu.

“Jika melihat sekilas memang mirip, untuk itu jika hendak membeli mobil jangan hanya memeriksa fisiknya, tapi juga kelengkapan surat-suratnya di Polda
Metro Jaya,” tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rvk/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%