detikcom
Rabu, 20/06/2012 18:45 WIB

Wamendikbud: Tari Tortor Telah Tercatat Sebagai Warisan Budaya Nasional

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Sebelum Malaysia berencana mencatatkan tari tortor sebagai khazanah kebudayaan nasionalnya, ternyata pemerintah Indonesia telah lebih dulu mencatat kebudayaan asal Sumatera Utara tersebut ke dalam warisan budaya nasional (warbudnas). Tari tortor telah dicatatkan oleh pemerintah ke dalam warbudnas sejak tahun 2010.

"(Tari) Tortor itu masuk nomor 652 dan tercatat pada tahun 2010," ujar Wamendikbud Wiendu Nuryanti usai Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Wiendu menjelaskan sedikitnya hingga saat ini ada 2.107 kebudayaan Indonesia yang dicatatkan ke dalam warbudnas, dan tari tortor tersebut tercatat pada nomor 652. Menurutnya, inventarisasi kebudayaan nasional oleh pemerintah ke warbudnas menjadi salah satu benteng kuat untuk menegaskan jika kebudayaan-kebudayaan tersebut adalah warisan kebudayaan Indonesia, bukan negara lain.

"Kan sudah ada warbudnas, itu sudah merupakan benteng yang kuat. Kita sudah menyusun dan mekanisme pencatatan 85% sudah siap, tapi memang belum dilaunchingkan. Minggu lalu sudah kita verifikasikan dengan UNESCO untuk mengetahui apakah menginjak lahan (kebudayaan) lain (atau tidak). Kesempurnaan-kesempurnaan ini sudah dilakukan dan tercatat ada 2.107 kebudayaan Indonesia," tuturnya.

Namun demikian, Wiendu mengatakan untuk tari tortor memang belum didaftarkan ke UNESCO. Menurutnya, UNESCO memiliki mekanisme tersendiri untuk menerima pengajuan verifikasi sebuah kebudayaan dari negara tertentu.

"UNESCO punya mekanisme. Per tahunnya hanya 3 kebudayaan. Tapi karena UNESCO lagi ada pengurangan anggaran, jadi maksimum hanya 1 kebudayan, dan sekarang ini sedang kita perjuangkan," kata Wiendu.

Untuk tari tortor, Windu mengungkapkan baru dapat didaftarkan ke UNESCO tahun depan. "Pendaftaran ke UNESCO itu setiap Maret, jadi didaftarkan Maret tahun depan. Menyusun (pengajuan) itu juga tidak mudah, perlu waktu 6 bulan. Tari tortor itu kan punya komunitasnya sendiri, jadi harus diverifikasi ke komunitas-komunitas itu dulu. Setelah dimasukkan ke UNESCO itu belum tentu diterima," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan media Bernama.com, Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim mengatakan, tarian tortor dan alat musik godang sambilan akan didaftarkan dalam Seksyen 67 sebagai Akta Warisan Kebangsaan 2005.

Berita tersebut memicu penolakan sejumlah kalangan di masyarakat Indonesia. Meskipun pihak Malaysia menegaskan komunitas Mandailing, Sumut, di Malaysia-lah yang memohon agar tortor dan godang sambilan diakui sebagai warisan budaya. Permohonan ini akan dikaji dan melalui sejumlah proses di Kerajaan Malaysia.

Sementara tokoh Mandailing di Malaysia, Ramli Abdul Karim Hasibuan, menegaskan tidak ada unsur pengklaiman budaya dalam hal ini. Usulan tortor dan Godang Sambilan sebagai warisan budaya nasional Malaysia justru bertujuan agar kesenian tersebut diakui dan lestari. Sebab sebagai konsekuensi pengakuan tersebut, pemerintah Malaysia akan memberikan dana pembinaan.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(rmd/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000